You're here: My Hobby Blogging » Dunia Buku » Article: Ode Untuk Buku-buku Lama

Ode Untuk Buku-buku Lama

sayyid — June 3, 2007 / 7:44 pm

Buku dalam klasifikasi kekinian, merupakan sebuah benda yang menghimpun kertas-kertas yang bisa saja menjadi tebal. Seperti pengalaman bapak Mula Harahap yang sangat intim sekali terhadap buku. Sampai mengendus-ngendusnya tidak karuan. Apa memang begitu jika orang sudah cinta terhadap buku?

Hmm, entahlah orang bisa saja menjadi gila terhadap buku, karena mereka sudah menemukan kunci kehidupan. Saya percaya, kunci kehidupan salah satunya dan yang paling besar ada di buku. Namun sayang, kesadaran masyarakat terhadap buku masih minim. Buku masih dijadikan benda untuk mengganjal pintu, jadi alas bagi orang-orang pendek untuk mengambil sesuatu di tempat yang agak tinggi dan hanya sebagai pajangan.

Di perpustakaan kampus saya hal ini terjadi. Menggelikan memang. Di perpustakaan tersebut dikenakan peraturan, yang boleh membaca buku adalah orang yang punya kartu anggota saja, sedangkan bagi yang tidak silahkan melihat judulnya saja tetapi bukunya tidak boleh dibaca.

Saya tergelak sendirian. Ya, agak menyesal juga tidak punya kartu anggota pustaka tetapi hal ini bukankah melebarkan pembodohan?

Dalam pengertian buku sebagai sumber informasi, maka saya setuju kalau kita jangan hanya berkutat dengan buku-buku lama. Apalagi, kalau disamping buku-buku lama itu, telah bermunculan pula buku-buku baru dengan informasi yang lebih mutakhir. Tapi itu bukan berarti bahwa buku-buku yang mengandung informasi lama sudah selayaknya dicampakkan. Bagi seseorang yang hendak menulis roman sejarah tentang kehidupan di Jakarta tahun 1824, misalnya, maka “Travel Guide to Batavia” terbitan tahun 1820-an, kalau ada, akan merupakan sumber informasi yang sangat berharga. Di perpustakaan Erasmus Huis saya pernah melihat sebuah buku kumpulan foto berbagai tempat dan suasana Jakarta di awal tahun 1900-an. Saya pernah terpikir, kalau tempat dan suasana dahulu itu kembali difoto di masa sekarang dari “angle” yang sama, lalu foto-foto itu disandingkan dan diterbitkan dalam sebuah buku yang baru, tentu akan sangat menarik…

Sumber

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • JakJazz 2010 oleh Java Jazz Festival » BennyChandra.com — [...] JakJazz, oleh penyelenggara Java Jazz Festival, di JCC (Jakarta Convention Center). Déjà vu! [...]
  • Babyface @ Java Jazz Festival 2010 » BennyChandra.com — [...] soal pertunjukannya, dibandingkan dengan penampilannya di Java Jazz Festival 2008 silam, tahun ini pertunjukan Babyface tidak terlalu molor. ...
  • » Mimpi Anggun di Surabaya Tidak Jadi Kenyataan ~ Blog Archive ~ Musik Indonesia (Asia Blogging Network) — [...] Keinginan Anggun agar penonton yang datang ke konsernya tidak asyik foto-foto dengan ponsel ternyata hanya cukup jadi mimpi saja. ...
  • SHEMY — i love u all, power slaVES.BANGKITLAH KEMBALI.VANS WONOSOBO.KAPAN KONSER DI WONOSOBO...?
  • arie — ne emang berita keren.secara gue ngefans banget ma HEYDI IBRAHIM.
  • ridwn — hah gua suka maen bola
  • supratman — aq mohon bgt please indonesian idol 2009 kpan di bka lgi aq pgn bgt mncoba jd penyanyi indonesi/jd orang trknl........ mdah2an ...
  • supratman — waduh aq dah gx sabar nich kpan ya indonesian idol di bka lg??????????? aq pgn cpet manggung nich........ please jgn tutup dulu ...
  • vad — wahhhh kerennn ... hemm warna rock yg jadi gimana yahhh ...!!! di tunggu albumnya..... pokoe.. maju terus rock indonesia........!!
  • Bagus mulyana — Bravolah bwt Idol mh,,, Ttp smngat yUkk,,,!!