You're here: My Hobby Blogging » Dunia Buku » Article: Washington Consensus?
Salah kaprah jika kita lebih percaya dengan pihak swasta. Apalagi, yang berkaitan dengan kepentingan hidup orang banyak. Seperti pendidikan, air bersih dan layanan kesehatan. Memang tidak semua salah jika ada di tangan swasta. Namun, swastanisasi kepentingan publik menjadikan semuanya serba tidak menentu. Dan tentu saja, kepentingan rakyat banyak pun semakin banyak dipertaruhkan.
Apalagi jika semua itu terjadi di segala lapisan masyarakat Indonesia. Bisa-bisa, privatisasi hanya menganjurkan agar yang bisa sekolah hanya orang kaya saja sedangkan orang miskin dilarang sekolah. Inilah buku yang berjudul POST WASHINGTON CONSENSUS DAN POLITIK PRIVATISASI DI INDONESIA yang disusun oleh para peneliti muda dari Centre for International Relation Studies (CIReS) Universitas Indonesia. Buku yang berjumlah 187 halaman terbitan penerbit “kritis” MARJIN KIRI ini mengulas tentang sepak terjang privatisasi di Indonesia. Kelompok studi ini juga mengusung paham sebaliknya yaitu Post Washington Consensus.
Maka buku yang bernomor ISBN 978-979-1260-02-2 ini memang pantas untuk dibaca oleh kalangan yang cinta terhadap rakyat. Jangan biarkan rakyat menderita lagi.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
kodel
buat saya tidak ada yang salah dengan swastanisasi. Adam Smith mengatakan yang salah adalah ketika ada eksploitasi yang dilakukan oleh pihak swasta. eksploitasilah yang dilarang untuk dilakukan.
Dilarang mengeksploitasi
December 3rd, 2007 at 1:09 am
ade
permisi, minta izin ngelink gambar dari sini..
December 6th, 2007 at 4:05 pm
bertjee
Adam Smith pemikir jadul kok masih dibelain…
Masalahnya siapa yang akan menjamin tak ada eksploitasi saat swasta memegang kontrol sementara trade mark investor asing dan swasta di Indonesia udah ketauan belangnya…
Banyak teori Adam Smith yang tak sesuai dengan implementasi kehidupan ekonomi global sekarang. Misalnya Invincible Hand. nyatanya Amerika yang “menyerang dunia” dengan liberalisasi ekonominya tetap menerapkan intervensi pemerintah dalam perdagangan inetrnasional. terlebih dalam masalah privatisasi…udah baca bukunya belum??
banyak fakta2 tentang privatisasi di negara maju yang kental akan kontrol pemerintah, sementara negara berkembang dipaksa untuk melaksanakan privatisasi dalam situasi krisis dan perencanaan yang sangat tidak matang. Akhirnya kesengsaraan berkepanjangan bagi rakyat.
Si penganut liberalisme aja menafikan teori Adam Smith, so aku pikir sudah ga relevan lagi kalo kita masih pakai teori Adam Smith untukmenganalisa perekonomian global kontemporer saat ini…
Btw, bukunya lumayan menarik loh..
December 16th, 2007 at 6:23 pm