Remaja, Jepang dan Femonena Bunuh Diri
Dan Hujan Pun Berhenti Farida Susanty Grasindo Cetakan pertama Jumlah halaman 322 halaman
Teru teru bozu ialah boneka putih terbuat dari kain yang terkenal dalam budaya Jepang. Di negeri sakura itu, orang-orang menggantungkan teru teru bozu di ranting pohon untuk membendung turunnya hujan. Spiza melakukannya demi melaksanakan niat bunuh diri, sesuai tagline yang tertera di sampul depan novel remaja ini. “kamu mau bunuh diri?” “ya, asal tidak hujan”
Seperti halnya Leostrada Miyazao, karakter utama Dan Hujan Pun Berhenti…, Spiza membenci hujan.
Hujan mengingatkannya pada peristiwa yang teramat pahit di masa lalu. Kenangan buruk yang menghantuinya dalam mimpi sehingga Spiza gelisah dan merasa tak mampu melanjutkan hidup.
Novel perdana Farida Susanty ini sangat kental dengan pernak-pernik Jepang. Mulai dari latar belakang keluarga konglomerat Miyazao, unsur budaya dalam teru teru bozu, bahasa Jepang yang sesekali dipergunakan, sampai keinginan beberapa karakter di dalamnya untuk bunuh diri. Meski harakiri merupakan elemen adat masyarakat Jepang sebagai solusi atas perbuatan yang dianggap memalukan, kemungkinan besar Farida melihat hal ini sebagai gejala yang merajalela di kalangan remaja dan anak di bawah umur di tanah air. Begitu mudahnya orang memutuskan bunuh diri. Orang-orang yang demikian berusaha menghindari permasalahan. Kematian itu mudah, namun kehidupan harus dijalani.
Persamaan tekanan batin membuat Leo dan Spiza dekat, setelah remaja pria itu kehilangan Iris untuk selama-lamanya. Anak muda yang sinis dan membenci keluarganya sendiri ini menemukan pelabuhan teduh untuk jiwanya yang gersang. Meski begitu, keberadaan Spiza tak urung melecut persoalan antara Leo dan teman-temannya satu geng.
Farida menghadirkan beragam karakter yang tidak terkotak-kotak antara baik dan buruk bagaikan dalam dongeng. Luthfi yang rendah diri terhadap Leo dikisahkan berwajah biasa-biasa saja namun memiliki pengetahuan Sejarah menonjol. Tyo, musuh geng Leo, bahkan menyadari bahwa dirinya tidak mempunyai teman seakrab saingannya itu. Bahkan kematian Iris sendiri menguak sebuah rahasia besar yang membuat Leo menyudahi ratapannya dan mencoba mensyukuri keadaan. Dan Hujan Pun Berhenti..benar-benar seperti yang diutarakan Sitta Karina di sampul belakang, “Kita dibawa bertubi-tubi menyelami jurang terdalam si tokoh dengan gaya menulis dan ilustrasi kata yang spontan dan liar.”

Ikuti diskusi Ada 5 komentar untuk artikel ini.
phe^_^
moshi-moshi..^_^ bgt phe suka ma cerita nya ,dark tapi juga kadang m’nyentuh
oia ada sie yg gak phe t’lalu suka saat scene dimana leo n spiza “b’pegangan tangan” phe g ngerti ,mengapa dslsm p’cintaan harus ada “sesuatu ” rasa yg hrs diungkapkan dgn “sentuhan”? …
August 21st, 2007 at 3:24 pm
chaqi
aq pengen pny ne bku, tp udh ke beberapa toko buku udah gak da lg…
ada yg bs ngasih tw gak dmn qu bs dapetin ne buku????
thx
July 20th, 2008 at 2:47 pm
feeL
Ceritanya dark,, gw suka banget,,
Cover’x dark juga,, memang nOveL impian..
August 14th, 2008 at 9:13 am
feeL
Kenapa kadang hidup terasa sangat tidak adil,,
TApi status seringkali menjadi penghalang untuk memepertanyakannya,,
LEoku sayang,,
ReaLLy Love this sTOry..
August 14th, 2008 at 9:18 am
Starvation
sy tidak suka yg begituan, sy sibuk mikirin mati daripada mikirin dunia yg sementara….
August 26th, 2008 at 8:23 pm