Semerbak Pesona Cinta
Pudarnya Pesona Cleopatra Habiburrahman El Shirazzy Penerbit Republika Cetakan VII, Januari 2007 Tebal 107 halaman
“ Cinta tidak menyadari kedalamannya, sampai ada saat perpisahan” (Kahlil Gibran)
Cinta adalah serpihan jiwa yang menggelora pada diri setiap manusia seperti cinta seorang ibu pada anaknya, guru kepada murid. Dengan cintalah hidup akan menjadi indah dan membangun jiwa yang penuh dengan gelombang kehidupan fana. Begitu pula dengan cinta sang khalik kepada umatnya. Habbiburrahman menyajikan keapikan makna cinta bukan ‘roman picisan’ atau pesona cinta dunia yang menyesatkan jiwa. Dalam novel mini ini mampu mengaduk-ngaduk jiwa si pembaca yang sedang mencari ‘pemaknaan cinta’ sesungguhnya. Buku ini mampu membukakan mata hati kita bahkan para ikhwan dan akhwat akan semakin bersemangat dalam mencari ‘pemaknaan cinta’ hakiki.
Novel ini benar-benar mengajak kita untuk menyelami akan rindu dendam dan ungkapan pesona cinta suci karena illahi yang benar-benar mampu memberikan kebahagiaan nyata. Cerita yang dikemas sedemikian rupa, penuh hikmah bahkan membuat hati merindukan akan ungkapan cinta tulus-Nya.
Simpul senyum kebahagiaan sejati yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, berkelebat asa untuk mencari fakta dari cinta nyata bukan cinta maya yang penuh dengan hawa nafsu menggelora.
Dalam novel ini terdapat dua judul antara lain “Pudarnya Pesona Cleopatra” dan “Setetes Embun Niyala” seakan mengingatkan kita akan sebuah kisah cinta yang berjarak dengan sang khalik sebagai penentu akan nasib. Mungkin, kita memungkiri arti cinta hanyalah batasan nafsu sesaat, akhirnya kering dibawa angin dari safana tetapi tidak dengan aroma cinta yang disajikan oleh Habiburrahman dalam novel mininya ini. Kisah haru biru yang amat menyentuh dan menggetarkan kalbu. Ya, sebuah aroma surga “cinta-Nya” yang diungkapkan dengan gamblang. Mengajarkan arti pemaknaan cinta dalam pandangan fiqih, sebuah pengajaran akan kesabaran, keikhlasan, dan ketulusan dalam menerima sebuah kenyataan.
Makna cinta akan kasih-Nya, yang menunjukkan keinginan akan sang pedamping kelak akan menuntun ke jalan-Nya. Demikianlah yang disajikan dalam cerita tersebut. Dengan membaca novel ini kita akan belajar bagaimana menghadapi hidup yang begitu deras. Ajaran yang mengungkapkan bahwa dunia sebagai “jembatan” ke dunia nyata (akhirat). Tuntunan hidup manusia yang tergila dengan aroma dunia “ fana” agar kita semakin bersemangat menemukan arti cinta-Nya. Ya, sebuah kisah sebagai kiasan makna dalam penyejuk iman. Menuntun jiwa ke haribaan-Nya, kini sering terlupa.
Dari kemelut pencarian cinta dan kegalauan jiwa yang dihiasi dengan romantisme islami sebagai surga dunia. Sungguh, amat luar biasa kiasan maknanya begitu dalam dan nyata. Dengan memahami makna demi makna. Ayat Al-qur’an sebagai tuntunan akan kegalauan jiwa dan kisah-kisah mengharukan, keikhlasan dalam menerima takdir yang di tujukan Raihana hingga akhir hayatnya dan penyesalan pun selalu datang terlambat saat cinta mulai membunga dalam ungkapan sayang dan rindu tak tertera dibawa hingga ke haribaan-Nya.
Dalam kisah kedua, yang menyajikan kisah seorang gadis bernama Niyala hidup di antara dua pilihan antara kehendak orang tuanya dan pemberontakan jiwa tak berujung hingga akhirnya ia temukan jodohnya. Sungguh, sebuah kisah yang menyentuh dengan aroma “romantisme cinta” dan arti akan cinta sesungguhnya. Bukan sebuah nestapa membuat jiwa dan rasa menangis antara ketidak pastian cinta dalam kisah “roman picisan”. Dengan membaca kisah yang mendayu biru makan kita akan belajar bahwa cinta tak hanya secuil kisah kegombalan dan kekanak-kanakkan. Hikmah dan pesan yang tersirat itu mampu menggetarkan jiwa manusia dalam mencari seutas cinta. Ya, cinta tanpa syarat dalam roman picisan yang amat murahan namun kisah penuh makna menghadirkan pesona akan keindahan cinta-Nya.
Karena cinta bukanlah luapan nafsu, cinta adalah fitrah dari sang penguasa nyawa sebagaimana yang diungkapkan dalam sebuah kiasan. Sajian puitis yang amat menyentuh relung-relung kalbu, sungguh luar biasa kisahnya. Dengan menyajikan kisah pembeda dengan ungkapan cinta yang “hura-hura”. Sungguh, kisah yang menyentak jiwa di saat kita hadapi tekanan dan tindasan kehidupan berkalut.
“Aku ragu ada dan tiadaku. Namun, cinta mengumumkan: aku ada!” (Muhammad Iqbal).

Ikuti diskusi Ada 5 komentar untuk artikel ini.
imam
kok gak ada ebooknya yah? atau mungkin saya yang kurang teliti melihatnya?
July 31st, 2007 at 11:40 pm
paul
iya …ya terima kasih aku juga ingin tahu makna dari sebuah cinta yang sesungguhnya, mohon jika punya artikel yang menjelaskan arti sebuah makna cintatolong saya dikirimi artikel tsb ke email saya ya. Matur nuwun sak dereng ipun,….:)
Aku sedang jatuh cinta……………………………………………………………..
December 19th, 2007 at 5:37 pm
akmal
pacar saya nama panggilan y NIYALA mungkin saja dia ngambil dari buku ini x yach…tolong email saya yach..kalau ada yang menceritakan tentang niyala yang lain…ox.
February 3rd, 2008 at 6:46 pm
faizz
untuk ebook cerita pudarnya pesona cleopatra ada…..tapi untuk cerita setetes embun cinta niyala susah banget cari ebook nya…..kl ada yang punya tolong kirim ke email saya dunk….demendoza2003@yahoo.com
April 1st, 2008 at 9:56 am
Erma
Permisi,
saya minta izin ngambil gambar bukunya untuk dipasang di blog saya ya.
sudahdipasangsambilnungguizin
May 12th, 2008 at 2:14 pm