You're here: My Hobby Blogging » Dunia Buku » Article: Buku dan Kemerdekaan

Buku dan Kemerdekaan

sayyid — August 17, 2007 / 1:09 pm

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA!

Akhirnya, sampai juga pada titik dimana di titik ini semuanya bermula. Indonesia, nama negeri yang mencakup tanah Sabang, sampai tanah Merauke. Ribuan gugusan pulau, menjadi saksi bisu gugurnya ribuan bahkan ratus ribuan dan tak tertutup kemungkinan jutaan pejuang. Ini adalah tanah Indonesia, dan takkan pernah berubah, kecuali ada tenaga dahsyat yang membelah-belah pulau-pulau besar Indonesia.

Perjuangan Indonesia tak didapat hanya bersandar kepada perjuangan bersenjata. Namun, diplomasi dan juga pengetahuan. Tanpa pengetahuan (itu berarti tanpa buku) mustahil orang Indonesia mengenal yang namanya proklamasi. Mustahil orang Indonesia akan bisa percaya, hanya gara-gara secarik kertas bertanda-tangan dan dipidatokan dapat memerdekan suatu bangsa. Bahkan multi bangsa. (Indonesia termasuk ke dalam kategori multi bangsa).

Tetapi, jika dilihat realita kekinian, banyak yang tidak lagi menghargai kemerdekaan secara seutuhnya. Di mulut bilang merdeka, tetapi perbuatan kita masih menunjukkan sikap penindasan kepada yang lebih lemah. Sebut saja misalnya pembakaran buku yang dilakukan atas perintah langsung dari seorang menteri.

Apapun alasannya, buku tetaplah suatu benda yang maha penting. Atau, Indonesia mau berbalik lagi kepada suatu masa silam dimana orang Barbar karena kebodohannya membakar perpustakaan di Baghdad. Atau, Indonesia mau juga dikatakan tak berperikemanusiaan persis yang dilakukan oleh para Crusaders yang membakar buku-buku yang terdapat dalam kawasan Andalusia Spanyol.

Terkait peristiwa diatas, kita maklum dengan apa yang dilakukan oleh orang Barbar. Sebab, mereka tidak dibesarkan oleh buku-buku yang terjilid rapi. Sedangkan yang dilakukan para Crusaders, belakangan sesudah pembakaran buku yang dilakukan di luar istana Al-Hambra para pemukanya merasa menyesal sebab buku-buku yang dibakar itu berisi pengetahuan yang belum lagi terjamah oleh manusia ketika itu.

Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan dalam pembakaran buku atas perintah menteri pendidikan tersebut. Hanya gara-gara tiga huruf (PKI) yang tidak dicantumkan di belakang G 30 S, buku sejarah pun hangus dilalap api. Jika kita mau jujur dan berterus terang, sejarah Indonesia mana yang mengandung kemurnian lagi suci? Mengapa hanya yang berkaitan dengan komunis (katakanlah seperti itu), pemerintah seperti menghadapi beribu-ribu ekor tikus got?

Pemerintah seharusnya belajar, bahwa Komunis sudah terlanjur tercipta menjadi ideologi. Dan ideologi takkan pernah bisa hilang, lenyap walaupun dihantam serepresif mungkin. Malah, jika mereka diperlakukan seperti itu, mereka akan kuat. Seperti Indonesia, yang dulu di blokade oleh Armada Belanda. Belanda melakukan propaganda bahwa Indonesi telah kembali ke pangkuannya. Bukankah ketika itu Indonesia tidak putus asa?

Apapun ideologinya, (mau agama, komunis, kapitalis, kolonialis, apapun) tidak akan bisa dimusnahkan. Sebab, ia sudah mendunia (makanya pemikirannya disebut ideologi). Pembakaran buku sejarah 4 Agustus 2007 yang lalu itu telah membuktikan bahwa pemerintah masih mau bermain-main dengan persoalan basi. Pemerintah masih memegang ide Strukturalisme, tanpa mau menoleh ke ide Posmodernisme. Disamping itu, pemerintah juga masih mau bermain-main dengan kata Nasionalisme. Nasionalisme diusung sedemikian rupa, sampai anak kecil pun muak dengan pengertian Nasionalisme yang diusung pemerintah.

Semoga saja, pemerintah dengan usia yang sudah semakin tua ini cepat sadar bahwa prilaku-prilaku bodoh (seperti pembakaran buku) adalah perbuatan yang merugikan. Kayaknya pemerintah lewat prilakunya itu mau melegitimasi bahwa “lupakan sejarah beralih ke masa depan”. Tetapi wahai pemerintah, bangsa yang sukses tidak akan meninggalkan atau membunuh sejarahnya sendiri.

Semoga kemerdekaan tahun ini merupakan gerbang menuju kemerdekaan yang hakiki.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • JakJazz 2010 oleh Java Jazz Festival » BennyChandra.com — [...] JakJazz, oleh penyelenggara Java Jazz Festival, di JCC (Jakarta Convention Center). Déjà vu! [...]
  • Babyface @ Java Jazz Festival 2010 » BennyChandra.com — [...] soal pertunjukannya, dibandingkan dengan penampilannya di Java Jazz Festival 2008 silam, tahun ini pertunjukan Babyface tidak terlalu molor. ...
  • » Mimpi Anggun di Surabaya Tidak Jadi Kenyataan ~ Blog Archive ~ Musik Indonesia (Asia Blogging Network) — [...] Keinginan Anggun agar penonton yang datang ke konsernya tidak asyik foto-foto dengan ponsel ternyata hanya cukup jadi mimpi saja. ...
  • SHEMY — i love u all, power slaVES.BANGKITLAH KEMBALI.VANS WONOSOBO.KAPAN KONSER DI WONOSOBO...?
  • arie — ne emang berita keren.secara gue ngefans banget ma HEYDI IBRAHIM.
  • ridwn — hah gua suka maen bola
  • supratman — aq mohon bgt please indonesian idol 2009 kpan di bka lgi aq pgn bgt mncoba jd penyanyi indonesi/jd orang trknl........ mdah2an ...
  • supratman — waduh aq dah gx sabar nich kpan ya indonesian idol di bka lg??????????? aq pgn cpet manggung nich........ please jgn tutup dulu ...
  • vad — wahhhh kerennn ... hemm warna rock yg jadi gimana yahhh ...!!! di tunggu albumnya..... pokoe.. maju terus rock indonesia........!!
  • Bagus mulyana — Bravolah bwt Idol mh,,, Ttp smngat yUkk,,,!!