You're here: My Hobby Blogging » Dunia Buku » Article: “Dosa” Bagi yang Malas Membaca
Persoalaan membaca seakan tidak ada habisnya. Di awal blog ini muncul, saya pun sudah mengulas sekali tentang buku dan membaca. Beberapa saat yang lalu, otak saya kembali tergelitik untuk tetap menyampaikan pesan bahwa membaca itu penting. Awalnya, dari membaca hasil postingan seseorang di sebuah Millis Kepenulisan. Inilah postingan yang membuat otak saya ingin terus menerus mengkampanyekan buku dan baca:
Jika kita bicara tentang dosa, selalu yang terlintas dalam fikiran kita adalah: membunuh, berjudi, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Semua perbuatan di atas memanglah perbuatan dosa; semua agama mengharamkan perbuatan tersebut. Namun sebenarnya ada lagi hal-hal lain yang jikalau kita tidak melakukannya juga akan berdosa. Misalnya saja malas membaca. Malas membaca juga merupakan perbuatan dosa, karena dengan malas membaca seseorang menjadi kurang wawasan dan pengetahuan, sehingga orang tersebut menjadi bodoh dan tertinggal dari orang lain. Jika dikaitkan dengan bangsa, bangsa yang malas membaca adalah bangsa yang berdosa, karena bangsa itu telah membiarkan dirinya hanyut dalam kebodohan, sehingga tertinggal oleh bangsa lain. Kalau sudah tertinggal oleh bangsa lain, maka sulitlah bagi bangsa itu untuk maju. Oleh karena itu hendaklah kita menghindarkan diri dari malas membaca, karena malas membaca juga merupakan dosa besar yang akibatnya tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tapi juga oleh bangsa dan negara.
Zulkifli, pemilik postingan ini ingin menggugah kita agar rajin membaca. Saya pikir cukup masuk akal juga Zulkifli menyebutkan dosa bagi siapa saja yang tidak membaca apalagi tidak pernah membaca. Kenapa? Jika dalam Islam, wahyu yang pertama turun kepada Rasulullah Muhammad SAW. adalah perintah untuk membaca. “Iqra”. Tetapi, mohon pembaca sekalian tidak salah menafsirkan postingan Zulkifli. Jangan pula nantinya ada yang mencela Zulkifli karena dia bukan Rasul, bukan Nabi juga bukan Tuhan makanya tak patut menyebut dosa. JANGAN YA! Memang, kata dosa sering menjadi ambigu kalau tidak diletakkan pada tempatnya. Namun, apa yang dipaparkan Zulkifli adalah upaya untuk sama-sama menciptakan iklim toleransi yang sehat. Sebab, toleransi akan ada jika kita rajin membaca. Tidak saja membaca apa yang kita yakini, tetapi membaca pula yang “lawan” kita yakini. Dan memang, Indonesia butuh iklim toleransi yang harus direstrukturisasi. Sebab apa? Banyak yang mengaku intelektual tapi memagari pekarangan rumahnya dengan beton tebal. Di Indonesia juga, dengan rajin membaca bisa mengurangi penyelesaian masalah dengan “bogem”, namun dengan jalan debat atau diskusi.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.