You're here: My Hobby Blogging » Dunia Buku » Article: Rekayasa Sejarah Orde Baru
Seabad Kontroversi Sejarah Asvi Warman Adam Terbit Pertama, Maret 2007 180 Halaman
Selama orde baru berkuasa, banyak penulisan sejarah yang tidak sesuai dengan peristiwa sebenarnya terjadi yang disuguhkan kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan kekuasaan yang diusung oleh penguasa tersebut. Penulisan sejarah yang dipublikasikan ke masyarakat cendrung kabur bahkan di kaburkan demi kepentingan penguasa sehingga membinggungkan dan cendrung membohongi masyarakat. Masyarakat jadi tidak melek sejarah kerena memang sistim yang di kembangkan oleh pemerintah orde baru tidak memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami peristiwa-peristiwas masa lalu tersebut secara menyeluruh.
Namun setelah orde baru berakhir, masyarakat mulai mengugat penulisan sejarah versi pemerintah itu. Buku-buku sejarah baru diluncurkan. Sejarah pun jadi kontroversi. Sejarah yang sebelumnya hanya di anggap sebagai nostalgia masa lalu sekarang ini mulai di perdebatkan. Sejarah merupakan peristiwa atau aktifitas yang di lakuakan manusia pada masa lampau yang membawa perubahan dan perkembangan secara bersikenambungan. Menurut Kuntowojoyo(1995) sejarah dapat sebagai ilmu apabila sudah memenuhi kriteria terentu, seperti harus empiris, memiliki objek formal dan meterial, memiliki teori, memiliki generalisasi serta memiliki metode. Selain sebagai media pendidikan, sejarah juga mempunyai peranan dalam membangkitkan semangat nasionalisme. Karena sejarah begitu penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah seharusnya sejarah bebas dari kungkungan kekuasaan. Sudah saatnya masyarakat di berikan informasikan yang jelas mengenai peristiwa-peristiwa masa lalu yang benar-benar terjadi dan apa adanya, seperti penerbitan buku-buku sejarah yang baru.
Buku yang bertitel Seabad Kontroversi Sejarah karya Asvi Warman Adam ini, merupakan kumpulan tulisan yang pernah dimuat di berbagai media massa nasional setelah Seoharto berhenti sebagai presiden. Di atara tulisan tersebut ada yang berasal dari makalah di seminar-seminar dan sebagian lain di tulis untuk menyambut peringatan peristiwa sejarah tertentu. Dengan kata lain, tulisan-tulisan ini tidak disusun pada waktu yang bersamaan. Rentang waktu itulah yang menyebabkan terjadinya pergeseran pandangan penulis atau perubahan-peruban istilah yang digunakan. Pada penulisan-penulisan sebelumnya Asvi Warman Adam menulis Gestok (Gerakan Satu Oktober) namun sekarang penulis lebih konsisten mengunakan G30S/PKI karena istilah ini telah di kenal luas oleh masyarakat.
Kategori kontroversi pertama dalam buku ini adalah benarkah Indonesia dijajah belanda selama 350 tahun? Prof. Mr. Gertudes Johan Resink (1911-1997) membantah pernyataan tersebut dalam buku Mereka Telah Menulis Sejarah (1996), Asvi Warman Adam tergabung dalam tim editornya. Kontroversi mengenai PKI yang ditulis menyatu dengan gerakan 30 September (G30S) dan sejarah yang berhubungan dengan mantan presiden soeharto juga termasuk kategori pertama dalam buku ini. Ada dua kategori lainnya yang patut untuk di cermati.
Asvi Warman Adam membagi isi buku menjadi dua bagian, yaitu Kontroversi Dalam Sejarah Indonesia dan Dekontruksi Sejarah Indonesia pada bagian keduanya. Bagian pertama buku Asvi memfokuskan pada peristiwa masa lalu bangsa ini yang bertolak belakang dengan apa yang di ajarkan ke murid-murid dari tingkat dasar sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan ditingkat universitas.
Adapun bagian kedua dari buku,mencoba menjelaskan definisi pahlawan yang selama ini masih membingunkan masyarakat. Para guru tentu dibingungkan dengan sederet pertanyaan mengenai Ahmad Husein dengan PRRInya serta Kahar Mudzakar dengan kekecewaannya terhadap kedudukan militer serta kasus-kasus lainnya. Untuk kasus Ahmad Husein, kita perlu memilah-milah. Akhir keberadaan belanda di Indonesia (agresi I dan II), Husein tampil sebagai pejuang tapi ia bergejolak pada peristiwa PRRI tahun 1958. Untuk menjawab apakah ia pahlawan atau pembrontak, memang tidak gampa. Terlebih dahulu kita harus mamahami latar belakang kenapa hal itu bisa terjadi (hal.134).
Dalam buku ini, Asvi Warman Adam lebih menonjolkan gugutan masyarakat pada penulisan sejarah setelah presiden Soeharto lengser. Dari kelompok masyarakat mana yang mengugat, tidak dijelaskan dalam buku ini. Pada Tahun 1957 dalam acara seminar sejarah nasioanal yang pertama sudah ada gugatan terhadap penulisan sejarah Indonesia atau yang lebih dikenal dengan gagalnya Historiografi Indonesiasentris (Bambang Purwanto) dari kalangan sejarawan Indonesia. Beberapa sumber dalam buku juga tidak terlacak, ini menandakan bahwa beberapa sumber yang digunakan tidak sahih dan tidak jelas. Sub-sub judul yang diuraikan, semua berdasarkan tulisan yang ditelah di muat dalam koran-koran terbitan nasional yang sudah tentu diketahui oleh masyarakat luas terutama para pelangan koran-koran tersebut.
Sejarawan muda atau akadimisi yang berkejimpung dalam bidang ilmu sosial dapat memanfaatkan buku ini sebagai pembuka wawasan tentang perbedaan perspektif dalam masyarakat mengenai sejarah yang pengawasan dan pengendaliannya secara politik yang berpengaruh terhadap penulisan sejarah tersebut. Buku ini juga dapat di jadikan salah satu pengangan bagi guru dan pelajar serta masyarakat yang selama orde baru berkuasa telah menjadi korban rekayasa sejarah rezim Soeharto.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 23 komentar untuk artikel ini.
david
Belum baca bukunya sih, tapi soal G30S-PKI aku sih nggak pernah percaya. Ingat Da Vinci Code nggak? disitu kan dibeberkan kalau sejarah yang selama ini tertulis di buku (bahkan kitab suci sekalipun) dan yang selalu kita percayai selama ini BUKAN selalu kenyataan yang sunguh-sungguh terjadi. mungkin rekayasa. disitu salah satu tokohnya pernah berkata “Sejarah adalah milik sang pemenang” dan pemenangnya saat itu pak Harto kan? Lucunya cerita G30S-PKI kayak Da Vinci Code versi Indonesia…Asvi sih aku percaya benar-benar ahli…semoga tak hanya dia saja yang menyadari kejanggalan dalam sejarah yang selama ini kita terima begitu saja…
October 10th, 2007 at 12:05 pm
shasha
Buku ini sangat bagus..
sangat masuk akal lebih tepatnya!
Apalagi tentang kebenaran bahwa Soeharto memang terlibat dalam kudeta yang gagal tersebut, namun amat diuntungkan dari peristiwa tersebut.
Tapi yang saya pertanyakan, apakah semuanya sudah terbuka secara gamblang mengenai hal ini?
Bukankah generasi muda sekarang berhak untuk mengetahui kebenaran sejarah bangsanya tanpa rekayasa..??
October 23rd, 2007 at 12:36 pm
gaara
saya jg pernah dengar maslah2 ttg masa2 penguasaan suharto memang suharto itu baik tapi banyak sisi gelapnya banyak terjadi kerusuhan kerusuhan yg di sebab kan oleh tingkah sang pah lawan g 30 s itu tp apa benar dia pahlawan menurut gw suharto tu cma jadi pahlawan kesiangan klo mmg pki ingin menghancurkan ad knp suharto tdk di incar waktu terjd penculikan para pejabat tinggi ad memeng suharto penyebab semua krisis yg ad di indonesia belum lg dgan antek2 suharto yg so jd pah lawn sungguh memuakkan………(gaara)
November 29th, 2007 at 11:36 pm
Pein_Akatsuki
Hallaaaaah………………. Hare gene mah percaya sama gituan nggak gokil, men! Orde lama, Orde baru atauorde-ran murahan juga gua nggak prduli!! biarin aja zaman berjalan sesuai yang udah ditetapkan!Yang jelas gua nggak suka dengan sejarah Indonesia!! Makanya, nggak usah tinggal di negara kayak gini. Bukunya jelek banget!GuA nggak suka!!
June 24th, 2008 at 12:26 pm
sayyid
hmmm, sekalian saja Pein_Akatsuki untuk tidak memakai bahasa Indonesia sebab ia terkait dengan sejarah…
hehehehehhe…
just kidding…
June 28th, 2008 at 10:43 am
utuh
PERMISI …
AKU BUTUH UANG MODAL AWAL USAHA RP.480.000,- UNTUK INTERNET MARKETING
APAKAH SERIAL PERANGKO BERGAMBAR SUHARTO + 95 JENIS PERANGKO
DARI TAHUN 1960 AN YANG AKU KUMPULKAN BISA MEMBANTU.
FAMILIARSITE.COM SMS : 0511.8803889
July 14th, 2008 at 4:55 pm
amelia
BULLSHIT TAU GAK SUHARTO…
October 6th, 2008 at 6:21 pm
amelia
ah ngemengnya aja tuh suharto bullshit!!!
niatnya kan mau ngelengserin sukarno….
ya apa lg??
emang manusia gak nahan nafsu setan pengen jabatan….
hahahah!!!
kejem amat guee…
October 6th, 2008 at 6:33 pm
Big Kevin
pak Harto jg manusia….
October 12th, 2008 at 12:59 pm
Dazmone
perkembangan sejarah dimana pun akan selalu mendatangkan pro kontra..
yang saya khawatirkan apakah dengan mengetahui masa lalu akan menyelesaikan masalah yang dihadapi bangsa ini atau malah menambah masalah dan lebih khawatirnya lagi jangan2 stagnan??..
bangsa ini membutuhkan revitalisasi..
dari mana??..
dari semua segi..
mari kita bersama-sama buka pemikiran kita..
BILA ANDA SEMUA INGIN INDONESIA LEBIH BAIK, TUMBUHKAN KECINTAAN DALAM DIRI ANDA TERHADAP BANGSA INI!!..
saya ingat pidato Bung Karno tahun 1950 yang isinya “berikan saya 1000 pemuda yang kuat, maka akan kupindahkan gunung himalaya. tapi berikan saya 9 pemuda yang berhati, maka akan kubangun bangsa ini menjadi bangsa yang besar”..
intinya marilah kita bersama-sama membangun bangsa kita yang tercinta ini..
terima kasih, mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan..
salam kemerdekaan!!
October 31st, 2008 at 11:03 pm
siro
gak penting debatin mslh ntu. Yang penting skrang gmna caranya memajukan tanah air INDONESIA qta tercinta…….
SeTUJU????????
November 8th, 2008 at 8:48 am
rendra
huft…
sejarah emang rumit buat dipelajari….
betul kata da vinci code…
sejarah yang memiliki pemenang,dan sejarah itu pula ikut pula terkubur dalam kenangan sang pemenang…
buat pein_akatsuki…
malah aku bangga jadi org indonesia..
tidak ada yang perlu disesali…kemarin adalah sejarah…besok adalah misteri…dan sekarang adalah berkah
November 26th, 2008 at 1:30 pm
yeni
dah dech yg perlu dipikirin gmn nasib bangsa kita sekarang….
December 1st, 2008 at 9:48 am
ardan
anjing loe ammmmmmmmmmmmmmorrrrrrrrrrrrr
January 7th, 2009 at 2:10 pm
ardan
hhhhhhkkuwewetryuu
January 7th, 2009 at 2:11 pm
ardan
anjing loe ammmmmmmmmmmmmmorrrrrrrrrrrrr
bbbbbbbaaaaaaaabbbiiiiiiiiiiiiiiiii
January 7th, 2009 at 2:13 pm
ain
dari padda menghakimi orang, mendingan kita pikirkan nasib bangsa kita.setuju sama rendra,bayangin kalau kita nggak bangga jadi orang indonesia, masak ya mau bangsa lain yang mau bangga.mencela orang itu mudah, tapi coba cari kesalahan kita.dari pada kita menghakimi orang lain dengan argumen kita, mendingan koreksi diri apa yang bisa kita berikan pada bangsa ini, bukannya memimta haknya terus.
tapi yang perlu diingat bahwa kesalahan terbesar dari manusia ialahtidak mau belajar dari sejarah yang ada sebagai referensi jalan yang akan di tempuh.
January 17th, 2009 at 12:31 pm
dwi
..kita sbgai orang indonesia sepait apapun sejarah negara kita INDONESIA tercinta kita wajib mengetauhinya..
..ada banyak tokoh yang berpengaruh pda kemerdekaan INDONESIA yang d hapus pda masa ORBA
..saya yakin semua masalah yang terjadi di INDONESIA spt G 30 s PAK HARTO ikut andil
..
January 25th, 2009 at 1:20 am
dwi
…woi perang betsy gue pengen tau
..
January 25th, 2009 at 1:22 am
dwi
ato pling ngga; planggaran ham KUDA TULI dech
January 25th, 2009 at 1:23 am
Pandu Saksono
kalo soal sejarah adalah milik pemenang, itu sudah sering terjadi di dalam kehidupan manusia. contohnya perang dunia ke 2. dalam perang dunia ke 2 jerman dan jepang kalah. membuat tokoh tokoh penting ke 2 negara dicap sebagai penjahat perang. contohnya himmler dari jerman. coba kalo jepang&jerman yang menang perang dunia 2. pasti sejarah akan menyebutkan bahwa hirohito adalah seorang bapak asia dan hitler menjadi seorang tokoh yang mempersatukan eropa.
June 10th, 2009 at 1:55 pm
randy
kenapa si korupsi di indonesia tiada hentinya & pelanggaran HAM masih saja meraja lela, bukannya negara kita sudah merdeka. . .
July 17th, 2009 at 9:19 am
rey
kampaaaaaaaaaaaa…….ng
July 17th, 2009 at 9:27 am