Benda-Benda yang Kalah
Canting, carat tembaga untuk membatik, bagi buruh-buruh batik menjadi nyawa. Setiap saat terbaik dalam hidupnya, canting ditiup dengan napas dan perasaan. Tapi batik yang dibuat dengan canting kini terbanting, karena munculnya jenis printing cetak. Kalau proses pembatikan lewat canting memerlukan waktu berbulan-bulan, jenis batik cetak ini cukup beberapa kejap saja. Canting, simbol budaya yang kalah, tersisih, dan melelahkan.
Arswendo Atmowiloto mencoba meneruka persoalan kebudayaan dalam bukunya ini yang berjudul Canting. Di saat Indonesia gencar mengkampanyekan kebudayaan “asli” Indonesia di saat itu juga pos-pos yang telah sekian lama menjadi simbol budaya Indonesia semakin tidak dipedulikan.
Buku ini telah dicetak ulang oleh Gramedia Pustaka Utama bulan Oktober 2007. Berjumlah 408 halaman dan bernomor ISBN 979-22-3249-4. Sangat penting bagi yang ingin mengetahui bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri dengan segudang kekalahan.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.