Tembang Bukit Kapur
Sedih juga cerpen saya tak masuk hitungan dalam sayembara yang dilakukan Escaeva dan Bukukita.com. Tapi, perjuangan belum berhenti bukan. Ini buku berjudul Tembang Bukit Kapur sebuah antologi cerpen yang diterbitkan oleh Escaeva pada Januari 2008.
Cerpen-cerpen yang dimuat di dalam buku yang bernomor ISBN 978-979-1394-03-1 ini adalah yang terbaik dari antara ribuan naskah yang diikutsertakan dalam Ajang Kreasi Kumpulan Cerpen.
- Taman Kanak-Kanak - Setiyo Bardono
- Surat dari Rantau - Diah Pramudiastuti
- Buku Harian Mimin - Titon Rahmawan
- Kota lalu, Ibu - Pinto Anugrah
- Kalibakar - Azizah Hefni
- Rumah-Rumah yang Bersetubuh - Iggoy el Fitra
- Aku Seorang Junkie Kasih Sayang - Bunga Mega
- Menunggu Kabar - M. Raudah Jambak
- Tembang Bukit Kapur - M. Badri
- Lelaki Berwajah Ramah dan Lelaki yang Tak Ingin Kusebut Namanya -Wetry Febrina
- Panggil Aku Joe - Nursalam AR
- Sisi Lain - Hasyim Ashari
- Gadis Pemimpi - Fenty Febriyanti
- Mata Pisau - Indarpati
- Kota Seribu Pohon - Harry Wahyudhy Utama
- Buku Bersampul Coklat - Fenty Febriyanti
- Yang Tak Pernah Tertidur - Ary Wibowo
- Boneka Gajah yang Bisa Bertelur - Rama Safra’l Rachmat
- Membunuh Ayah - Alimuddin
- Megatruh - Titon Rahmawan
Selamat kepada para penulisnya! Terkhusus untuk Pinto Anugrah dan Azizah Hefni.

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Rama S rahmat
tidak terpilih bukan berarti tidak bagus….
sabar aja.
jangan lupa beli bukunya “Tembang Bukit Kapur”
rama
sala satu penulis.
February 7th, 2008 at 5:38 pm