Membuat Film Dokumenter?!
Judul Buku: Cara Pinter Bikin Film Dokumenter Penulis: Fajar Nugroho Penerbit: Indonesia Cerdas Cetakan: Pertama, 2007 Tebal : 190 halaman
Membuat film bukanlah suata hal yang sulit. Jika kita ingin membuat film, maka kita harus lebih dulu tahu pengertian film dan jenis apa yang akan kita buat. Cara membuat film dokumenter yang ditulis oleh Fajar Nugroho dalam bukunya ini dapat membimbing kita dalam proses pembuatan film dokumenter. Kurangnya minat masyarakat kita terhadap film dokumenter karena film dokumenter dahulunya mengunakan topik yang kaku dan tidak menghibur penonton.
Dalam membuat film dokumenter yang kita rekam harus berdasarakan fakta yang ada. Jadi film dokumenter adalah suata film yang mengandung fakta dan subjektivitas pembuatnya. Artinya apa yang kita rekam memang berdasarkan fakta yang ada, namun dalam penyajiannya kita juga memasukkan pemikiran-pemikiran kita.
Dalam membuat film dokumenter ada langkah-langkah dan kiat bagaimana film yag kita produksi disenangi oleh penonton dan tidak memakan biaya yang besar saat memproduksinya.. Langkah yang harus kita tempuh dalam membuat film dokumenter adalah pertama, menentukan ide. Ide dalam membuat film dokumenter tidaklah harus pergi jauh-jauh dan memusingkan karena ide ini bisa timbul dimana saja seperti di sekeliling kita, di pinggir jalan, dan kadang ide yang kita anggap biasa ini yang menjadi sebuah ide yang menarik dan bagus diproduksi. Jadi mulailah kita untuk bepfikir supaya peka terhadap kejadian yang terjadi.
Kedua, menuliskan film statement. Film statement yaitu penulisan ide yang sudah ke kertas, sebagai panduan kita dilapangan saat pengambilan Angel. Jadi pada langkah kedua ini kita harus menyelesaikan skenario film dan memperbanyak referensi sehingga film yang kita buat telah kita kuasai seluk-beluknya.
Ketiga, membuat treatment atau outline. Outline disebut juga script dalam bahasa teknisnya. Script adalah cerita rekaan tentang film yang kita buat. script juga suatu gambar kerja keseluruhan kita dalam memproduksi film, jadi kerja kita akan lebih terarah. Ada beberapa fungsi script. Pertama script adalah alat struktural dan organizing yang dapat dijadikan referensi dan guide bagi semua orang yang terlibat. Jadi, dengan script kamu dapat mengkomunikasikan ide film ke seluruh crew produksi. Oleh karena itu script harus jelas dan imajinatif. Kedua, script penting untuk kerja kameramen karena dengan membaca script kameramen akan menangkap mood peristiwa ataupun masalah teknis yang berhubungan dengan kerjanya kameramen. Ketiga, script juga menjadi dasar kerja bagian produksi, karena dengan membaca script dapat diketahui kebutuhan dan yang kita butuhkan untuk memproduksi film. Keempat, script juga menjadi guide bagi editor karena dengan script kita bisa memperlihatkan struktur flim kita yang kita buat. Kelima, dengan script kita akan tahu siapa saja yang akan kita wawancarai dan kita butuhkan sebagai narasumber.
Keempat, mencatat shooting. Dalam langkah keempat ini ada dua yang harus kita catat yaitu shooting list dan shooting schedule. Shooting list yaitu catatan yang berisi perkiraan apa saja gambar yang dibutuhkan untuk flim yang kita buat. jadi saat merekam kita tidak akan membuang pita kaset dengan gambar yang tidak bermanfaat untuk film kita. Sedangkan shooting schedule adalah mencatat atau merencanakan terlebih dahulu jadwal shooting yang akan kita lakukan dalam pembuatan film.
Kelima, editing script. Langkah kelima ini sangat penting dalam pembuatan film. Biasa orang menyebutnya dengan pasca produksi dan ada juga yang bilang film ini terjadinya di meja editor. Dalam melakukan pengeditan kita harus menyiapkan tiga hal adalah menbuat transkip wawancara, membuat logging gambar, dan membuat editing script. Dalam membuat transkipsi wawancara kita harus menuliskan secara mendetail dan terperinci data wawancara kita dengan subjek dengan jelas.
Membuat logging gambar ini maksudnya, membuat daftar gambar dari kaset hasil shuuting dengan detail, mencatat team code-nya serta di kaset berapa gambar itu ada. Terakhir ini merupakan tugas filmmaker yang membutuhkan kesabaran karena membuat editing scrip ini kita harus mempreview kembali hasil rekaman kita tadi ditelevisi supaya dapat melihat hasil gambar yang kita ambil tadi dengan jelas. Dengan begitu kita akan mebuat sebuah gabungan dari Outline atau cerita rekaan menjadi sebuah kenyataan yang dapat menjadi petunjuk bagi editor.
Dengan meneyelesaikan langkah di atas maka kita mecoba mencari sponsor untuk memutar film di khalayak umum. Jika sudah ada maka anda siap-siap jadi orang terkenal. Jadi sekarang tunggu apalagi bagi filmmaker pemula mulailah tunjukan bahwa karya kamu dapat dinikmati dan menarik untuk di tonton oleh semua kalangan.

Ikuti diskusi Ada 11 komentar untuk artikel ini.
ancha
bagaimana dgn indie film?
February 15th, 2008 at 8:22 am
Alan
Perinciannya sudah jelas
apa saja isi dari film dokumenter? bisa tentang perilaku hewandi kebun binatang?
Objeknya bisa lebih dari 1?
May 8th, 2008 at 10:11 pm
Tatang Hartawan
Ass..saya ingin mengomentari buku karya Fajar nugroho yang berjudul”CARA PINTER BIKIN FILM DOKUMENTER”
Saya sangat salut kepada mas Fajar Nugroho,,dalam buku ini menggunakan bahasa yang sangat formal/sangat melekat bagi kalangan mahasiswa yang ingin berkarya dalam film dokumenter.Saya adalah salah satu mahasiswa universitas dian nuswantoro di semarang.Saya sangat berharap bisa bertemu dengan mas Fajar Nugroho..saya ingin belajar lebih dalam tentang Film Dokumenter,,saya sangat berharap kepada teman2 film skalian,apa bila ada yang tau alamat/no.tlp Mas Fajar bisa dikirim ke FS saya,,,www.cahkerepetingkah@yahoo.com,,,
terimakasih,,,,
May 11th, 2008 at 8:31 pm
aby
bagaimana cara menuliskah naskah film dokumenter sederhana,,,?
soalnya saya lagi mencoba membuat sebuah film dokumenter tentang “AKTIFITAS MAHASISWA”
May 13th, 2008 at 4:17 pm
kiki "kinoy" wahyuni
saya kesulitan menentukan ide untuk membuat film dokumenter…well saya masih pemula banget dech…saya cuma takut ide saya nantinya dikira plagiat,nach…gimana caranya buat tetap mempertahankan esensi originality dr film dokumenter yang bakalan saya buat?
May 14th, 2008 at 6:02 pm
kiki "kinoy" wahyuni
gimana caranya tetap mempertahankan esensi originality dr film dokumenter br ga dikira plagiat??
May 14th, 2008 at 6:04 pm
EnCep-Arswendo
Hmm, Encep pengen banget ikut lomba film dokumenter gituu, tapi gak tau nihh caranya gimana.. deadline udah deket. 6 juni.
plis, bantuinnn dong..
mo cari pengalaman nehh… bikin film dokumenter yang bagus tapi berbobot.
ditunggu balesannya secepetnya.. ya ^_^’
May 19th, 2008 at 2:05 pm
Imo
cerita yang bagaimana film dokumenter menjadi lebih hidup??? apa tergantung pada moment langka sesuai ide ceritanya??? jadi kalau tidak ada moment seperti itu??? bagaimana???
tolong dong….
salam merdeka….
June 4th, 2008 at 2:00 pm
SARA
kalo bikin merekam kehidupan semut
termasuk domenterkan?
trus ttp tuh pake syarat2nya mas?
caranya?
June 17th, 2008 at 8:50 pm
Robin
Bagaimana kita membuat sebuah film dokumenter di kampung?
June 22nd, 2008 at 2:38 pm
vannisa
baguss banget bukunya…
tapi sayang ilang…
lumayanlah buat belajar…
keren!!!
HEBOH PECINTA DOKUMENTER INDONESIA!!!!
June 26th, 2008 at 7:08 am