You're here: My Hobby Blogging » Dunia Buku » Article: Dicari! Naskah Fiksi Anak
Grafindo mencari penulis-penulis yang mengedepankan tema fiksi anak. Naskah bertema: petualangan, misteri, atau persahabatan, panjang naskah min. 80 halaman, A4, Font Times New Roman 12pt, spasi 1,5.
Kirim print outnya ke:
DIVISI BUKU UMUM PT. GRAFINDO MEDIA PRATAMA Jln. Pasirwangi No. 1 Soekarno Hatta, Bandung 40254 Telp. 022 - 5212097
(Sumber dari Millis Apresiasi Sastra)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 10 komentar untuk artikel ini.
taufik h
masih berlaku ga niiih…..deadline?
makasiii
March 3rd, 2008 at 1:08 am
roedkal
sama ma taufik…
masih brlaku gak???
July 2nd, 2008 at 6:58 pm
sayyid
Taufik h dan Roedkal, kirim aja dulu… Siapa tau masih keburu… Ok?!!!
July 5th, 2008 at 12:24 pm
Rosehan anwar
saya memiliki cerita anak yang temanya games ( mirip wolfgang ecke ).masuk list gak?
September 14th, 2008 at 1:37 pm
Vrhaz
Arogansi penerbit Grafindo
Suatu hari saya dikontak oleh editor penerbit grafindo. Mereka mengatakan tertarik pada naskah saya dan berniat untuk menerbitkannya. Sebelumnya saya telah mengirim naskah saya ke beberapa penerbitan buku. Kemudian dalam jangka waktu 2 bulan, karya saya direspon oleh 5 penerbit, termasuk grafindo media pratama yang berkantor di kawasan industri pulogadung Jakarta timur. Saya mempekerjakan beberapa orang dalam satu team untuk membantu saya dalam mengerjakan project karya pribadi tersebut. akhirnya saya memutuskan untuk memilih penerbit grafindo sebagai mitra kerjasama. Sedangkan penerbit yang lain saya tolak tawarannya dengan halus lewat email. Dan saya menyatakan untuk menerbitkannya ke grafindo media pratama. Saya pun mengajukan jual putus karya sebesar nominal yang telah disepakati, demi menutup biaya produksi akhirnya mereka setuju. Setelah menjalani prosedur tehnis yang ditetapkan grafindo, saya mencoba kooperatif termasuk menunaikan segala kewajiban saya sebagai penulis dengan pihak grafindo, dalam bentuk presentasi konsep naskah, presentasi konten buku, prersentasi dummy cetak, termasuk memberikan softcopy naskah asli dan konten yang siap cetak ke manajer editor dan team editornya. Bahkan pihak grafindo ikut mengedit kontennya. Mereka mengatakan akan mencetak naskah saya kedalam bentuk buku pada bulan desember 2008. kemudian mereka memberikan kepada saya draft /contoh surat perjanjian penerbitan disertai dengan pasal-pasal antar kedua belah pihak perihal perihal hak dan kewajiban termasuk kompensasi untuk penulis. Setelah melewati fase presentasi berkali-kali yang cukup menyita waktu dan tenaga, selesailah sudah kewajiban saya sebagai penulis menyerahkan semua konten asli naskah ke pihak grafindo.Mereka menjanjikan, akan memberikan surat perjanjian terbit dan akan membayar karya saya, setelah proses editing selesai Namun anehnya, setelah proses editing selesai, pihak grafindo tidak memberikan kepada saya surat perjanjian terbit yang asli dan mereka janjikan sebelumnya Ketika saya konfirmasi berkali-kali jawabnya, belum ditandatangani atasan yang bersangkutan. orang manajemen keuangan dan operasional. Saya lelah dan jengkel mendapat jawaban yang serupa dengan alasan yang sama hingga berbulan-bulan. Padahal naskah saya sudah disetujui untuk diterbitkan oleh manager editor, bahkan sudah selesai diedit oleh team editor dan layout. Saya tidak habis pikir, kenapa grafindo tidak transparan dan tidak profesioanal dalam menangani hak penulis? Saya merasa dibohongi. Padahal penulis merupakan asset mereka dalam dunia bisnis penerbitan.. selalu tidak jelas dan tidak jelas! Saya merasa sangat kecewa sekali terhadap grafindo karena saya sudah menolak tawaran penerbit lain, demi grafindo! Ditambah lagi dengan ketidakjelasan kompensasi pembayaran beli putus karya yang merupakan hak penulis, mereka abaikan seenaknya! Akhirnya naskah karya saya tarik meskipun saya menderita kerugian secara moril dan materil. Terlebih saya harus membayar team yangt elah membantu saya dalam pengerjaan buku tersebut.
Saya harap semoga grafindo introspeksi diri dan jangan arogan. Penulis punya hak, karena penulis juga manusia! Butuh makan dan minum untuk membuat karya. Untuk itu janganlah sewenang-wenang terhadap penulis!
Jangan bikin malu dunia penerbitan….
Ary Vrhaz
Redaksi Harian seputar indonesia (SINDO)
rockerpemalu@yahoo.com
December 13th, 2008 at 1:49 pm
Vrhaz
Arogansi penerbit Grafindo
Suatu hari saya dikontak oleh editor penerbit grafindo. Mereka mengatakan tertarik pada naskah saya dan berniat untuk menerbitkannya. Sebelumnya saya telah mengirim naskah saya ke beberapa penerbitan buku. Kemudian dalam jangka waktu 2 bulan, karya saya direspon oleh 5 penerbit, termasuk grafindo media pratama yang berkantor di kawasan industri pulogadung Jakarta timur. Saya mempekerjakan beberapa orang dalam satu team untuk membantu saya dalam mengerjakan project karya pribadi tersebut. akhirnya saya memutuskan untuk memilih penerbit grafindo sebagai mitra kerjasama. Sedangkan penerbit yang lain saya tolak tawarannya dengan halus lewat email. Dan saya menyatakan untuk menerbitkannya ke grafindo media pratama. Saya pun mengajukan jual putus karya sebesar nominal yang telah disepakati, demi menutup biaya produksi akhirnya mereka setuju. Setelah menjalani prosedur tehnis yang ditetapkan grafindo, saya mencoba kooperatif termasuk menunaikan segala kewajiban saya sebagai penulis dengan pihak grafindo, dalam bentuk presentasi konsep naskah, presentasi konten buku, prersentasi dummy cetak, termasuk memberikan softcopy naskah asli dan konten yang siap cetak ke manajer editor dan team editornya. Bahkan pihak grafindo ikut mengedit kontennya. Mereka mengatakan akan mencetak naskah saya kedalam bentuk buku pada bulan desember 2008. kemudian mereka memberikan kepada saya draft /contoh surat perjanjian penerbitan disertai dengan pasal-pasal antar kedua belah pihak perihal perihal hak dan kewajiban termasuk kompensasi untuk penulis. Setelah melewati fase presentasi berkali-kali yang cukup menyita waktu dan tenaga, selesailah sudah kewajiban saya sebagai penulis menyerahkan semua konten asli naskah ke pihak grafindo.Mereka menjanjikan, akan memberikan surat perjanjian terbit dan akan membayar karya saya, setelah proses editing selesai Namun anehnya, setelah proses editing selesai, pihak grafindo tidak memberikan kepada saya surat perjanjian terbit yang asli dan mereka janjikan sebelumnya Ketika saya konfirmasi berkali-kali jawabnya, belum ditandatangani atasan yang bersangkutan. orang manajemen keuangan dan operasional. Saya lelah dan jengkel mendapat jawaban yang serupa dengan alasan yang sama hingga berbulan-bulan. Padahal naskah saya sudah disetujui untuk diterbitkan oleh manager editor, bahkan sudah selesai diedit oleh team editor dan layout. Saya tidak habis pikir, kenapa grafindo tidak transparan dan tidak profesioanal dalam menangani hak penulis? Saya merasa dibohongi. Padahal penulis merupakan asset mereka dalam dunia bisnis penerbitan.. selalu tidak jelas dan tidak jelas! Saya merasa sangat kecewa sekali terhadap grafindo karena saya sudah menolak tawaran penerbit lain, demi grafindo! Ditambah lagi dengan ketidakjelasan kompensasi pembayaran beli putus karya yang merupakan hak penulis, mereka abaikan seenaknya! Akhirnya naskah karya saya tarik meskipun saya menderita kerugian secara moril dan materil. Terlebih saya harus membayar team yang telah membantu saya dalam pengerjaan buku tersebut.
Saya harap semoga grafindo introspeksi diri dan jangan arogan. Penulis punya hak, karena penulis juga manusia! Butuh makan dan minum untuk membuat karya. Untuk itu janganlah sewenang-wenang terhadap penulis!
Jangan bikin malu dunia penerbitan….
Ary Vrhaz
Penulis & illustrator koran seputar indonesia ( SINDO )
rockerpemalu@yahoo.com
December 14th, 2008 at 8:50 am
sarah
Mas Vrhaz
Wah….. sepertinya Mas kecewa sekali ya sampai harus memuntahkan uneg-unegnya ke publik. Apakah sudah berdiskusi secara internal dengan penerbit. Kondisi yang saya baca seh mas berusaha meminta penjelasan penerbit by phone…., kenapa gak datang langsung ke penerbit yang bersangkutan aja. Siapa tau kalau 4 mata (face to face) dengan melihat senyum masing-masing kedua belah pihak masalah yang ada bisa terselesaikan dan panasnya hatinya bisa mencair. Gak emosi-emosian dehhh….
peace…….:D
January 9th, 2009 at 12:27 am
mangga muda
Mudah-mudahan hati penerbit terketuk untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Kedua belah pihak harus gentle dong selesaikan masalah, jangan bawa-bawa ke publik dulu :p
Jadinya, kan saya ikut kecewa, kesal, dan marah dengan penerbit tersebut saat membaca coment mas ary…… bisa-bisa menyebar dan seluruh Indonesia tau lho….. kejelekan penerbit……. kan! kasihan juga seh…. Entahlah bingung…. saya mah netral aja…..
oke deh…….. semoga sukses dan mendapatkan solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak.
January 9th, 2009 at 1:16 am
Asep P. Kurnia
Saya banyak nasjah LKS atau buku pelajaran SD dan SMP. Bisa gaj dikirimkan?
August 7th, 2009 at 5:21 pm
Asep P. Kurnia
Saya banyak nasjah LKS atau buku pelajaran SD dan SMP. Bisa gaj dikirimkan? Telp. 022 76059656
August 7th, 2009 at 5:23 pm