Self Publishing
Dua minggu ini, di millis Penulislepas ada topik menarik tentang dunia perbukuan. Adalah pengalaman dari Mohammad Zen yang mengaku puas dengan penjualan bukunya yang berjudul “Kiat Sukses Mengikuti SERTIFIKASI GURU”, padahal bukunya tersebut hanya dijual dengan metode self publishing alias menerbitkan secara pribadi.
Metode Self Publishing dalam dunia percetakan buku sebenarnya bukan hal yang baru. lulu.com merupakan media yang menyediakan lahan untuk menerbitkan buku secara pribadi.
Jika melihat keuntungan, banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Tentunya, keuntungan tersebut menjadi milik sendiri setelah dipotong biaya percetakan. Maka, kualitas buku dan daya serap bukulah yang seharusnya menjadi perhatian. Sebab, ini berhubungan dengan pemasaran nantinya. Secara naluriah, pembaca pasti akan memburu buku yang ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Tentunya, penerbit besar mesti hati-hati dalam memetakan pasar. Saya sendiri optimis dengan perkembangan metode self publishing ini, sebab tak ada keterikatan yang panjang dan rumit dalam proses penerbitan. Penulis paling tidak hanya mengurus ISBN (kalau mau mengurusnya) dan mencari percetakan (itupun kalau mau mencetak buku di percetakan profesional).
Di percetakan biasanya tambah besar jumlah eksemplar yang kita cetak maka bertambah murah pula ongkos produksinya. Tentu ini membuka peluang untung sebesar-besarnya. Asalkan jurus yang tadi tidak lupa, bahwa buku yang akan diterbitkan adalah buku yang ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami. Jadi, masih ragu untuk mencetak karya anda sendiri?

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.