You're here: My Hobby Blogging » Dunia Buku » Article: Buku Trilogi “Lekra Tak Membakar Buku” Ditarik dari Peredaran

Buku Trilogi “Lekra Tak Membakar Buku” Ditarik dari Peredaran

sayyid — October 27, 2008 / 8:56 pm

Mulai 27 Oktober 2008, sebuah Toko Buku “besar” di Indonesia (edited) memutuskan untuk meretur semua buku “Lekra Tak Membakar Buku” termasuk kumpulan puisi Lekra “GUGUR MERAH” dan cerpen Lekra “LAPORAN DARI BAWAH”. Penarikan buku ini terkait dengan benang merah komunis yang dicapkan kepada Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Nasibnya mirip Harian Rakjat yang 30 tahun tersangkar dalam ruang senyap. Dari senyap kembali ke senyap.

Benarkah keputusan sebuah toko buku meretur buku-buku yang secara sepihak dicap sebagai PKI-isme? Apakah toko buku telah menjadi vandal bagi kebebasan informasi dan kenyataan serta fakta sejarah dengan mengesampingkan suara dari kelompok “KIRI”?

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 9 komentar untuk artikel ini.

  1. is

    uuhh,, capek deh.. kita memang butuh pendewasaan yang lebih,lebih, dan lebih…

    jangan sekali2 melupakan sejarah, dan Lekra, juga PKI, adalah bagian dari sejarah indonesia yang tidak boleh dinafikkan begitu saja..

    November 4th, 2008 at 5:03 pm

  2. ahmed shahi kusuma

    Duh… menyamakan marxisme dengan PKI ( padahal ada PSI) sama bodohnya dengan menyamakan Islam dengan Seikh Puji dan Amrozy

    November 11th, 2008 at 5:19 pm

  3. che

    slogan bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya sepertinya jauh dari pandangan bangsa kita ini…
    atau mungkin sebenarnya kita ini bangsa yang tidak melupakan sejaranya namun karna tindakan dari para oknum di bangsa ini yang berusaha melupakan sejaranya atau bahkan malah menghapus sejarah yang bisa membuat kepentingan golongannya terganggu…
    peran kaum kiri (kaum komunis) dalam perjuangan pendirian bangsa ini serta pengukuhan identitas bangsa ini tidak bisa kita lupakan, mereka yang patut diberi gelar pahlawan…

    December 7th, 2008 at 11:04 am

  4. fajar

    hanya ada satu kata…LAWAN!

    December 13th, 2008 at 12:27 pm

  5. arie_

    Primitif!! Di negeri ini kebebasan berpendapat dan demokrasi memang masih sebatas retorika..

    May 4th, 2009 at 10:25 pm

  6. broto

    Yah….
    Gak kaget dong…
    Namanya juga Indonesia
    Yang laen dah maju sepuluh langkah kita tetep ja mandang plus mlototin gak ikut maju….

    Mama mungkin bisa maju…!
    mo tahu sejarah ja susahnya minta ammmpyun…

    June 6th, 2009 at 6:08 pm

  7. Chaerul

    Stalin membunuhi jutaan rakyatnya sendiri
    Pol Pot membunuhi jutaan rakyatnya sendiri
    Mao Zedong membunuhi jutaan rakyatnya sendiri
    Kim Jong Il, pemimpin aneh dan tidak mampu menyejahterakan rakyatnya …tampuk kekuasaan diperolehnya dari sang ayah Kim Il Sung … memangnya ini kerajaan?
    Fidel Castro, ini lagi … kekuasaannya diwariskan kepada sang adik, negrinya mbahmu apa?
    Itulah contoh kekejaman penguasa komunis
    Apa dikira dulu PKI berencana naik ke panggung kekuasaan dengan cara demokratis/pemilu? Jangan naif, mereka berencana untuk memberontak
    Memangnya Musso dan Amir Sjarifuddin memberontak hanya karena terprovokasi oleh pemerintahan Hatta? Tidak seperti itu, itu kan omongannya Aidit saja. Komintern menganggap Amir melakukan kesalahan fatal karena mengembalikan kekuasaan begitu saja kepada Pak Karno, sehingga Komintern merasa perlu menurunkan jagoan lama, Musso.

    August 25th, 2009 at 1:10 pm

  8. Chaerul

    Amir Sjarifuddin adalah anggota PKI yang menginfiltrasi Partai Sosialis. Ini kebiasaan curang partai komunis. Itu sebabnya mereka dengan sukses menginfiltrasi ABRI di tahun 50an dan 60an. Mengapa tidak secara terang2an mendirikan PKI selepas Indonesia Merdeka? Ini adalah menuruti kebijakan Komintern agar PKI tidak menampakkan dirinya dulu secara terang2an namun banyak anggota mereka menjadi anggota Pesindo, seakan2 sosialis bukan komunis.

    August 25th, 2009 at 1:14 pm

  9. Chaerul

    Menyamakan marxisme dengan komunisme? Bukan demikian. Kalau anda menganggap Lekra adalah kaum marxis yang bukan komunis, berarti mereka adalah kaum sosialis. Ini tidak berdasar, dan kocak sekali argumentasi semacam ini. Karena apa? Karena orang2 Lekra pun membenci orang2 PSI (Partai Sosialis Indonesia)macam Sutan Sjahrir, Rosihan Anwar, Soedjatmoko dll.
    C’mon … generasi muda seperti anda jangan terlalu mudah dibodohi. Jangan berlagak menjadi pengikut2 Che Guevara

    August 25th, 2009 at 1:18 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • JakJazz 2010 oleh Java Jazz Festival » BennyChandra.com — [...] JakJazz, oleh penyelenggara Java Jazz Festival, di JCC (Jakarta Convention Center). Déjà vu! [...]
  • Babyface @ Java Jazz Festival 2010 » BennyChandra.com — [...] soal pertunjukannya, dibandingkan dengan penampilannya di Java Jazz Festival 2008 silam, tahun ini pertunjukan Babyface tidak terlalu molor. ...
  • » Mimpi Anggun di Surabaya Tidak Jadi Kenyataan ~ Blog Archive ~ Musik Indonesia (Asia Blogging Network) — [...] Keinginan Anggun agar penonton yang datang ke konsernya tidak asyik foto-foto dengan ponsel ternyata hanya cukup jadi mimpi saja. ...
  • SHEMY — i love u all, power slaVES.BANGKITLAH KEMBALI.VANS WONOSOBO.KAPAN KONSER DI WONOSOBO...?
  • arie — ne emang berita keren.secara gue ngefans banget ma HEYDI IBRAHIM.
  • ridwn — hah gua suka maen bola
  • supratman — aq mohon bgt please indonesian idol 2009 kpan di bka lgi aq pgn bgt mncoba jd penyanyi indonesi/jd orang trknl........ mdah2an ...
  • supratman — waduh aq dah gx sabar nich kpan ya indonesian idol di bka lg??????????? aq pgn cpet manggung nich........ please jgn tutup dulu ...
  • vad — wahhhh kerennn ... hemm warna rock yg jadi gimana yahhh ...!!! di tunggu albumnya..... pokoe.. maju terus rock indonesia........!!
  • Bagus mulyana — Bravolah bwt Idol mh,,, Ttp smngat yUkk,,,!!