You're here: My Hobby Blogging » Dunia Buku » Article: Minggu Ini di Media; 9 November 2008
BATAM POS
Pemberitaan seputar pemilu untuk memilih presiden ke-44 AS yang digelar 4 November ini tampaknya menjadi berita hangat sekaligus menegangkan diberbagai media saat ini. Ditengah kondisi krisis finansial global, dua kandidat presiden AS, Barack Obama dan John McCain telah berupaya bersaing ketat untuk meraup kepercayaan publik AS. Momentum pemilihan di AS ini menjadi momentum pengharapan sekaligus kegelisahan bagi publik dunia, karena siapapun yang akan memimpin Amerika, sejatinya juga akan menentukan nasib percaturan politik-ekonomi dunia. Hal inilah yang membuat detik-detik pemilihan presiden AS selalu menyita perhatian masyarakat internasional. (Selengkapnya…)
PADANG EKSPRES (SUMATRA BARAT)
Apa yang tertera dalam buku ini sedikit banyak akan mengubah persepsi kita tentang tasawuf. Selama ini, sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa tasawuf adalah dunia yang tertutup. Orang yang hendak menjalaninya harus bersiap-siap melakoni laku spiritual yang teramat berat dan rumit di dalam sebuah tarekat. Di dalam tarekat ini dia senantiasa berada dalam pengawasan seorang guru (mursyid). Selanjutnya, semua petunjuk sang guru harus diikuti dan tidak bisa dibantah. Sebab, seorang mursyid diyakini memiliki otoritas spiritual yang diwarisi dari nabi melalui prosedur ketat (sanad), sebagaimana periwayatan hadits atau pembukuan Alquran. (Selengkapnya…)
LAMPUNG POST (LAMPUNG)
Banyak hal yang menggembirakan tetapi banyak juga yang menyedihkan. Kita dapat mengambil suatu masalah penting, misalnya, nasionalisme kita. Nasionalisme kita telah menjadi nasionalisme yang dangkal. Kita membela Merah Putih tidak hanya dalam hal-hal yang bersifat simbolik, tapi juga ketika kekayaan alam kita dikuras dan dijarah oleh korporasi asing, ketika sektor-sektor vital ekonomi seperti perbankan dan industri dikuasai asing, bahkan ketika kekuatan asing sudah dapat mendikte perundang-undangan serta keputusan-keputusan politik, kita membisu. (Selengkapnya…)
SUARA PEMBARUAN (JAKARTA)
Sepanjang abad-abad pertama kekristenan, perhatian utama kebanyakan interpretasi adalah pada pesan. Saat itu, tugas interpretasi adalah menerjemahkan pesan ke dalam dunia baru atau dunia makna. Pada abad Pertengahan dikembangkan menjadi empat cara interpretasi yang hingga saat ini masih berpengaruh.
Cara-cara tersebut adalah cara sastrawi, alegoris, moral, dan eskatologis. Di antara keempat cara ini, hanya makna elegoris dari tekslah yang sangat populer, kerena Alkitab memperoleh interpretasi yang tak terkira banyaknya. Menurut pendekatan ini, teks benar-benar bermaksud mengatakan sesuatu yang lain dari apa yang diungkapkan secara harfiah (sastra). Isinya ialah bahwa makna mistik lebih dalam tersembunyi di balik kata-kata. Misalnya, kisah Maria dari Betania yang mendengarkan Yesus, sementara Marta mempersiapkan makanan secara alegoris ditafsirkan bahwa kehidupan kontemplatif yang dilambangkan oleh Maria adalah panggilan lebih luhur daripada kehidupan aktif yang dilambangkan Marta. (Selengkapnya…)
Pemilu Presiden 2009 sudah di depan mata kita. Sudahkah kita memikirkan siapa yang akan kita pilih untuk menjadi pemimpin Indonesia 2009 nanti? Masyarakat seharusnya sudah mulai pintar untuk hal ini. Karena satu hari pemilihan nanti akan langsung berdampak pada lima tahun kehidupan seluruh rakyat Indonesia.
Iklan kampanye politik yang marak kita lihat di berbagai media jangan sampai membuat kita terjebak. Iklan kampanye ini lebih bersifat semu dari realita, yang ada, karena hanya disuguhkan kebaikan yang belum tentu benar. (selengkapnya…)
PIKIRAN RAKYAT (JAWA BARAT)
Salah seorang anak muda yang menjadi inspirator dan pelopor kesadaran berbahasa itu adalah Jahja Datoek Kajo, pemuda kelahiran Koto Gadang 1 Agustus 1874 dari pasangan Pinggir dan Dani. Jahja dan kawan-kawannya mampu membius ribuan rakyat bumi putra untuk bersatu padu dalam ikatan pembetukan Rumah Bahasa. Momentum bersejarah pembentukan kesadaran berbahasa itu terjadi pada bulan Oktober 1928. Para pemuda berkumpul di Batavia (Jakarta) untuk mengeluarkan maklumat bersama; satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa, bahasa Indonesia. Peristiwa itulah yang kelak dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda. (selengkapnya…)
JAWA POS (JAWA TIMUR)
Pemerian sejarah yang dilakukan Vlekke runtut tertata rapi. Menampilkan fragmen-fragmen sejarah masa pra-kolonial hingga sampai kedatangan bangsa kolonialis (Spanyol, Portugis, dan Belanda) di Nusantara. Tepatnya sampai tahun 1945. Porsi pembahasan pra-kolonial disoroti dengan tajam, mendedahkan begitu banyak informasi yang jarang diekpektasikan banyak orang. Mungkin karena itulah buku ini langsung dapat sambutan hangat dari para penggandrung sejarah. Sampai naik cetak ulang dan terpajang di rak buku best seller. Terlebih buku ini terasa berbobot karena penulis melampirkan data sejarah (setumpuk dokumen, buku dan arsip-arsip kuno) yang hampir sepenuhnya berasal dari luar negeri dan diakui otentisitasnya. Dengan dandanan kata dan paragraf yang menarasikan sejarah ilustratif, cantik bak dongeng. (selengkapnya…)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.