You're here: My Hobby Blogging » Dunia Buku » Article: Minggu Ini di Media; 16 November 2008
BATAM POS (KEP. RIAU)
“Membaca puisi-puisi Hasan Aspahani seperti kita tengah membaca lekuk-lekuk, turun-naik, cekung, beralun-alun lautan yang bergelombang hebat. Terbayang dan dirasakan gelombang dahsyat tengah menuju pantai-gigi pasir pantai atau gelombang kecil di tepi pantai dan semakin ke tengah lautan yang semakin membumbung. Gelombang puisi Hasan Aspahani membuat kita menjadi “mantra”.” (Selengkapnya….)
PADANG EKSPRES (SUMATRA BARAT)
“India dan China berjaya terutama berkat liberalisasi pasar, ketepatan pilihan industrialisasi, dan kepemimpinan yang baik. Dengan kombinasi ketiga kata kunci tersebut, India dan China berhasil mencapai secara konstan pertumbuhan tinggi, akumulasi kapital, pertanian berlimpah, dan penguasaan teknologi dalam beberapa tahun terakhir. China ditakuti dan disegani secara ekonomi karena negara ini juga merupakan pemborong utama perusahaan-perusahaan AS yang diambang kebangkrutan, termasuk yang disebutkan di atas.” (Selengkapnya…)
PIKIRAN RAKYAT (JAWA BARAT)
“Langkah dan usaha yang dilakukan dalam penulisan karya ini sebagai salah satu jiwa nasionalisme dan sebagai cara untuk mencerdaskan dan memajukan generasi muda untuk mencipta dan membangun bangsa-negara yang benar-benar merdeka seratus persen. Merdeka secara ekonomi, sosial, dan politik. Tan Malaka menjadikan Madilog-nya sebagai suatu “jembatan keledai” (ezelsbruggetje) dari tiga kata yaitu materialisme-dialektika-logika. Ia memadukan tiga konsep tersebut menjadi satu-kesatuan yang saling melengkapi, sehingga mampu menciptakan generasi yang mampu untuk berpikir dan menatap masa depan serta berdedikasi tinggi.” (Selengkapnya…)
“Perang Irak atau lebih tepatnya penaklukkan Irak dapat dikatakan sebagai kemenangan absurditas yang mendompleng pada kecintaan pada martabat kemanusiaan. Dengan alasan absurd, hingga kini belum terbukti bahwa Irak memiliki senjata pemusnah masal, AS jumawa menerjunkan bala tentara untuk membungkam kekuasaan Saddam yang tak tergoyahkan selama hampir 2,5 dekade. Rezim otoriter yang berdiri di jantung Arab itu memang limbung, tapi bukan tertib yang didekap. Negeri seribu satu malam ini justru terbenam pada konflik internal yang menghadap-hadapkan kelompok Sunni dan Syiah untuk mengangkat senjata!” (Selengkapnya…)
KOMPAS (NASIONAL)
“Dengan demikian, sebagai hasrat bangsa merupakan ’hal’ yang tidak dapat secara final dijelaskan atau direpresentasikan, bahkan dalam diskursus paling nasionalis sekalipun. Ia adalah obyek yang tak dapat dicecap, ia hanya—dalam istilah Anderson—”dibayangkan” dalam semburat reflektif wajah protagonisnya. Dengan begitu, bangsa menjadi hal yang jelas justru oleh karena hasrat posesif di dalam dirinya sendiri. Singkatnya, bangsa itu paradoks.” (Selengkapnya…)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.