You're here: My Hobby Blogging » Dunia Buku

Buku Matematika itu Gampang! yang ditulis oleh Nurhayati Rahayu, S.Pd dan disusun berdasarkan standar isi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) ini membahas secara tuntas tentang definisi, pengulasan materi, rumus-rumus matematika dan penerapannya dalam soal, serta pelatihan soal untuk mengulang pembelajaran. Penjabaran rumus disajikan secara lengkap, sederhana dan disertai rumus singkatnya. Materi ditujukan untuk siswa SD kelas 1,2,3,4,5, dan 6. Tujuannya agar siswa dapat mudah memahami dan dapat belajar sendiri tanpa bimbingan orangtua atau guru.
Diterbitkan oleh TransMedia Pustaka, Januari 2009 dengan 264 halaman dan bernomor ISBN 979-799-082.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Inilah novel yang berjudul Tea for Two karangan Clara Ng yang berkisah menelanjangi sisi buruk pernikahan. Para lajang, bergetarlah, karena lelaki yang kaupikir Mr. Right bisa berubah menjadi Mr. Totally Wrong. Diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, Februari 2009 dengan 312 halaman dan bernomor ISBN 978-979-22-4332-1.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Buku ini berjudul Reksa Dana: Solusi Perencanaan Investasi di Era Modern (Edisi Revisi) ditulis oleh Eko Priyo Pratomo dan Ubaidillah Nugraha tentang solusi perencanaan investasi di era modern. Diterbitkan Gramedia Pustaka Utama Februari 2009 dengan 356 halaman dan bernomor ISBN 978-979-686-322-8.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Tak peduli apa pun situasinya, buku berjudul Ledakkan Pengaruh Anda dalam 2 Menit! karya Freddy Tanudjaja akan memberi senjata yang ampuh bagi Anda untuk memengaruhi secara efektif dan efisien. Hidup adalah proses memengaruhi! Entah Anda sebagai pemimpin, orangtua, pembina, tenaga penjual, atau apa pun, bila Anda ingin sukses maka kemampuan memengaruhi secara efektif tak bisa ditawar-tawar lagi. Buku ini akan memberikan petunjuk secara mendetail untuk meningkatkan kemampuan memengaruhi Anda.
Diterbitkan Gramedia Pustaka Utama Februari 2009 dengan 144 halaman dan bernomor ISBN 978-979-22-4337-6.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Buku berjudul Angin Timur Angin Barat - East Wind West Wind karya Pearl S. Buck ini mengisahkan curahan hati Kwei Lan, wanita yang dididik menurut adat-istiadat Cina kuno. Ia merasa begitu sulit menyesuaikan diri dengan suaminya yang modern dan berpendidikan Barat. Hal ini menimbulkan masalah di dalam keluarga besar kedua belah pihak. Dan masalah ini semakin rumit ketika kakak lelaki Kwei Lan pulang dengan membawa istri berkebangsaan Amerika. Pertentangan antara Timur dan Barat, antara yang tradisional dan yang modern, kian meruncing.
Diterbitkan Gramedia Psutaka Utama Februari 2009 dengan jumlah 240 halaman dan bernomor ISBN 978-979-22-4338-3.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
BATAM POS (KEPULAUAN RIAU)

“Kemunculan Nurcholish Madjid dalam jagad pemikiran Islam di Indonesia begitu “mengejutkan”. Ia yang dibesarkan oleh alam keilmuan Islam baik klasik maupun kontemporer, mampu menjadi ”panglima” cendekiaan muslim Indonesia di masanya. Nurcholish tidak hanya mahir terhadap literatur keilmuan islam klasik, keilmuan islam kontemporer juga mampu dikuasai dengan baik. Inilah yang mampu menjadikan Nurcholish atau yang akrab disapa Cak Nur lebih unggul dari pada para cendekiawan muslim lain di Indonesia. Dalam urusan produktifitas pemikiran maupun karya, Cak Nur jelas sangat jago. Karena itulah karyanya terlampau luas dan terbuka untuk dikritisi.” (Selengkapnya…)
PADANG EKSPRES (SUMATRA BARAT)

“Nye bertumpu pada argumen historis, bahwa sejarah kepemimpinan umat manusia menunjukkan sang pemimpin yang selalu menggunakan kekerasan terbukti sangat mahal dan bisa menyedot sumberdaya habis-habisan. Para pemimpin dunia yang memakai kekerasan untuk meraih sekaligus mempertahankan kekuasaan terbukti harus mengeluarkan ongkos besar. Hitler (Jerman), Mussolini (Italia), Franco (Spanyol), Stalin (Rusia), dan pemimpin bengis lain perlu menguras biaya negara luar biasa besar agar bisa terus menciptakan ketakutan, teror, serta ketundukan total rakyatnya.” (Selengkapnya…)
SUARA PEMBARUAN (JAKARTA)

“efleksi merupakan usaha untuk mengenal seluk beluk dimensi keagungan Allah dan cinta kasih-Nya, mengalami kehadiran dan memantulkannnya sebagai jiwa dan semangat pelayanan. “Refleksi dan aksi” merupakan dua sisi dari sekeping mata uang yang saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Memisahkan aksi dari refleksi akan membuat kita bekerja seperti tukang saja, yang melakukan sesuatu pelayanan secara mekanis, tetapi kehilangan roh-Nya.
Sebaliknya, orang yang hanya berefleksi saja tanpa bertindak melakukan aksi pembaruan di lapangan, hanyalah si tukang mimpi, yang tidak bisa mendaratkan visinya di awang-awang menjadi kenyataan. Hasil dari refleksi lapangan ini yang merupakan buah pergumulan yang mendalam, yang menyeimbangkan iman dan pelayanan. Tulisan Pdt Josef, mengental selama 25 tahun berkiprah melayani sebagai Sekretaris Umum Yayasan Bimbingan Kesejahteraan Sosial Surakarta 1974-1999, dan keterlibatan sebagai Staf Rural dan Urban Mission dalam CCA di Hongkong (2000-2005). ” (Selengkapnya…)

“Buku ini, demikian etnolog Dr Yusriadi, adalah hasil riset luar biasa, karya besar tentang Dayak pada abad 21. Riset yang luar biasa, karena tingkat kesulitannya. Setiap orang yang pernah berdiam di Kalimantan Barat, terutama di kampung-kampung orang Dayak, akan tahu hal ini: bahwa identitas sebagai Dayak adalah sesuatu yang ambivalen. Pada suatu waktu, identitas itu akan sangat jelas terdefinisikan dan diakui, pada waktu lain sebaliknya. Dan bahwa Orang Dayak satu dengan lainnya, bisa saja sangat sama, bisa saja sangat berbeda, tergantung persepsi dan pemahaman akan siapa dirinya. Bahwa sangat mungkin satu subsuku akan memiliki banyak bahasa yang berbeda satu kampung dengan kampung lain.” (Selengkapnya…)
JAWA POS (JAWA TIMUR)

“Sukardi menyatakan mantan Panglima Darurat Timor-Timur itu tak tergoda untuk terjun dalam politik praktis (baca: partai politik) -seperti dilakukan sebagian purnawirawan– untuk mengisi baktinya pada bangsa dan negara. ”…dia (Kiki Syahnakri) justru menyempal dan bergelut dengan aktivitas yang menyentuh langsung pada kesadaran publik. Bukan kekuasaaan yang menjadi arah hidupnya di masa tua tetapi kelangsungan hidup bangsa. Di segala kesempatan ketika berbicara di pelosok-pelosok republik, dia selalu mengibarkan kecintaan pada kebhinekaan, keindonesiaan, dan NKRI. Seperti Livius maupun Julius Caesar yang tegak di tepi Sungai Rubicon, dia adalah seorang tentara sejati. Begitulah Livius ketika harus menepi dari gelombang politik dan kekuasaan” (hal. xviii).” (Selengkapnya…)
REPUBLIKA (NASIONAL)

“Konsep pemasaran horizontal ini memang mengadopsi pemikiran Thomas L Friedman dalam bukunya World is Flat. Dikatakan bahwa dunia kini sudah terbuka, tak ada lagi sekat-sekat. Kini semua negara di belahan dunia manapun dapat memperoleh informasi yang sama, negara miskin memiliki peluang yang sama dengan negara maju, lahan kompetisi antara negara berkembang dan maju sama.” (Selengkapnya…)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Penafsiran kaum intelektual terhadap nilai dan aplikasi yang terjadi di masyarakat masihlah minim. Bolehlah dikatakan minim, untuk menghilangkan prasangka nihil. Entah benar apa yang diucapkan Fan Gamma Bizen (tokoh dalam serial komik “Tale of the Sea King”) bahwa manusia selalu hidup dari bayang-bayang sugestif manusia lainnya yang dianggap “lebih” dari dirinya. Jika kemampuan manusia B telah “lebih” dari manusia A, maka manusia A menghilangkan filtersasi terhadap hal-hal bodoh—mungkin fanatisme—sehingga acap kali tersandung karena telah gelap mata—karena telah menyerahkan segenap ilmu di bidangnya kepada seorang manusia B yang mungkin saja hanya parlente dan bepura-pura di segi penampilan luar saja.
Apakah ada yang salah dari Alam Takambang Jadi Guru? Apakah ada yang keliru dari persoalan membaca? Selama ini, saya selalu disuguhi tentang permasalahan malas membaca (di media cetak, media elektronik, blog, dulu saat mengecap bangku pendidikan dasar dan menengah)—orang Indonesia itu pemalas, pemalas membaca. Benarkah itu?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Membaca, adalah sebuah keharusan yang dilakoni oleh para pribadi yang menamakan dirinya seorang intelektual. Terlepas dari apa yang dibaca—tentunya bacaan-bacaan itu disesuaikan dengan kapasitas pemikiran atau otak kita. Sebab, jika bacaan itu terlalu berat atau tidak kita mengerti, mungkin itu karena kita tidak memulainya dengan bacaan yang lebih ringan. Bahkan lebih bagusnya lagi bila bahan bacaan yang kita baca itu didiskusikan oleh orang lain. Saling adu argumentasi, retorika dalam mempertahankan pendapat—yang jelas tentang buku yang dibaca. Sehingga, wawasan kita pun akan semakin bertambah dan luas, seiring dengan ‘panas’nya diskusi yang kita ikuti.
Namun, agaknya harapan-harapan seperti Gerakan Cinta Buku, Gerakan Membaca dan harap tentang terwujudnya ‘generasi cinta buku’ sulit sekali ditemukan pada area para intelek—kampus dan ruang perkuliahan. Jika kita lihat pada aktifitas kampus di kota Padang, dimana ada beberapa perguruan tinggi, tradisi membaca, seperti perbuatan yang aneh disana. Ironisnya sering kata-kata yang terlontar seperti; ‘sok rajin’, ‘sok pintar’ dimuntahkan kepada orang-orang yang berminat atau sekedar ingin mencintai buku. Perpustakaan adalah makhluk asing yang datang entah dari planet mana, sehingga dijauhi oleh para mahasiswa. Jika ada tugas dari dosen; ‘harus baca buku ini atau baca buku itu’ celoteh putus asa pun langsung mengudara di seantero kelas. Tentunya dengan suara yang diperlambat sebab takut, keluhannya itu diketahui oleh dosen yang bersangkutan. Sehingga, suasana perkuliahan pun tak jarang menjadi ajang ‘ajar’ bukan ajang bertukar pikiran. Apalagi, jika perkuliahan dilaksanakan pada waktu-waktu ‘rawan lapar’ dan ‘rawan ngantuk’. Maka, membosankanlah perkuliahan itu. Ditambah, penerangan yang diberikan dosen, sayup-sayup tak sampai kepada mahasiswa. Jadilah, perkuliahan itu tak ada isinya. ‘Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.’
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Bagi para penulis dan calon penulis, tentunya buku yang berjudul asli “encyclopedia of world writers” sangat menarik. karena buku ini mengupas penulis-penulis dunia sejak abad 13 - abad 20. Setidaknya buku ini bisa menambah pengetahuan para penulis, atau bahkan menambah semangat dalam membuat karya.
Download di sini
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
BATAMPOS (KEP. RIAU)
“Persoalan gender memang topik yang mampu mengundang perdebatan-perdebatan ideologis yang cenderung egois dalam menentukan nasib perempuan. Apakah mereka selamanya harus duduk di dapur? Atau memang mereka harus dikurung dan dijajah karena kodrat mereka yang cenderung bermain perasaan ketika mengambil sikap dan cenderung lemah dalam menghadapi realitas kehidupan.
Barangkali persepsi seperti ini perlu diluruskan. Bagaimana kita mampu meluruskan persepsi tersebut? Di buku inilah mungkin kita dapat jawabannya. Jawaban yang Insya Allah memuaskan tidak hanya untuk kaum perempuan, tetapi persepsi sebagian kaum pria yang terlalu memandang rendah kepada perempuan. Seorang pria pernah bertanya kepada Rasulullah SAW seperti kisah yang diriwayatkan HR. Tirmidzi.” (Selengkapnya…)
“Suminem yang merupakan anak seorang pedagang arang yang hanya lulusan SMP ini terpaksa merantau ke Hong Kong karena tuntutan ekonomi keluarganya. Sebagai pembantu rumah tangga tentu amat senang mendapatkan majikan yang baik hati. Lebih-lebih Suminem. Ia tidak hanya mendapatkan majikan baik, tetapi juga tuan muda yang tampan menggoda, Ryosho namanya. Tuan mudanya yang berdarah Jepang dan China inilah yang kemudian mengisi lembaran hidup Suminem. Perlahan namun pasti bunga-bunga cinta mekar dari dadanya, disambut hangat si kumbang Ryosho, direstui orang tua Ryosho pula. Di sinilah letak kelangkaannya (seorang pembantu berpacaran dengan tuan mudanya dan disertui orang tuanya), untuk tidak mengatakan tidak ada kisah serupa dalam fakta.” (Selengkapnya…)
PADANG EKSPRES (SUMATRA BARAT)
“Lintang harus meninggalkan sekolah sewaktu SMP, tak bisa melanjutkan studi ke SMA, apalagi ke universitas. Namun dalam novel Maryamah Karpov yang diberi judul kecil: mimpi-mimpi Lintang, kita disodori kisah tentang Lintang yang sudah menjadi juragan kopra namun tetap menunjukkan kejeniusannya saat merancang perahu Ikal yang akan dipakai untuk mencari A Ling di kepulauan Batuan. Demikian rinci ukuran kapal yang harus dibuat Lintang sampai ke hitungan sentimeter, termasuk jenis kayu yang harus dipakai. Lintang juga yang menolong Ikal mengangkat kapal yang sudah ratusan tahun terkubur di dasar sungai dengan rumus fisikanya! Karena itu perahu tersebut kemudian diberi nama: Mimpi-Mimpi Lintang.” (Selengkapnya…)
SUARA PEMBARUAN (JAKARTA)
“Adalah Oswaldo de Rivero, seorang diplomat asal Peru, yang secara tegas menyatakan bahwa perkembangan negara berkembang hanyalah mitos. Sebuah mimpi yang diberikan oleh negara-negara yang terlebih dahulu merasakan kemakmuran, kesejahteraan, dan kemapanan, yang menebarkan pengaruhnya dalam bentuk wacana ideologis disertai bumbu hegemoni dan dominasi.” (Selengkapnya…)
“”Tri” berarti tiga. Struktur sel makhluk hidup terdiri atas tiga atom. Yakni proton, elektron, dan neutron. Manusia juga memiliki tiga lapisan kesadaran. Yakni badan (body), pikiran (mind), dan jiwa (soul). Bahkan PBB menjadikan angka tiga sebagai emblem solusi pemanasan global (global warming). Tepatnya berupa “mantra” 3 R: reduce, reuse, and recycle alias kurangi, pakai lagi, dan daur ulang.” (Selengkapnya…)
JAWA POS (JAWA TIMUR)
“Dalam buku ini terungkap pula fakta bahwa Hambali, salah seorang tokoh penting jaringan terorisme Asia, bisa berganti-ganti paspor karena mudah dan murahnya mencari paspor Indonesia bikinan Tanjung Pinang. Di sisi lain juga diceritakan secara detail bagaimana cara trio bomber itu merancang, mengorganisasi, dan meledakkan Bali dengan bom rakitan para lulusan Afghanistan itu. Kita benar-benar mendapatkan informasi yang luar biasa tentang rumus membuat bom dengan mengunakan bahan kimia yang bisa dibeli di toko, hingga foto-foto yang tidak pernah dimuat media massa, termasuk buku harian Azhari, dan foto orang Indonesia yang terlibat dalam aksi teror di Spanyol.” (Selengkapnya…)
“Buku ”The Real McCain” karya Cliff Schecter, konsultan dan komentator politik Amerika ini membeberkan sisi gelap dari senator Arizona ini. Dalam beberapa catatan disebutkan, jika McCain terpilih menjadi presiden Amerika, maka sudah dapat dipastikan dunia akan menghadapi kesulitan yang sama, bahkan boleh jadi lebih parah dari masa pemerintahan Bush. Politik pecah belah dan standar ganda yang sering diterapkan Bush, diprediksikan akan menjadi senjata utama McCain dalam hubungan diplomatiknya. Dengan begitu, setiap kebijakan luar negerinya akan selalu merugikan negara lain.” (Selengkapnya…)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja