← Kembali ke halaman depan

Waspadai Anemia Gizi Besi

_mg_2027.jpg

Kekurangan zat besi bisa menimbulkan penyakit yang disebut anemia gizi besi atau AGB. Penyakit ini bisa diderita siapa saja, terutama anak-anak, remaja, ibu hamil dan ibu menyusui. Perlu dilakukan diet agar kecukupan gizi terpenuhi terutama zat besi.

Teks & Foto: Budi Sutomo

Anemia adalah suatu keadaan dimana komponen di dalam darah, yakni hemoglobin (Hb) dalam darah jumlahnya kurang dari kadar normal. Jika tidak segera ditangani anemia zat besi bisa menyebabkan ganguan kesehatan serius. Prevalensi anemia gizi besi di Indonesia cukup tinggi. Menurut data yang dikeluarkan Depkes RI, pada kelompok usia balita prevalensi anemia gizi besi pada tahun 2001 adalah 47,0%, kelompok wanita usia subur 26,4%, sedangkan pada ibu hamil 40,1%. Data WHO tidak kalah fantastis: hampir 30% total penduduk dunia diperkirakan menderita anemia.

Penyebab AGB

Anemia zat besi biasanya ditandai dengan menurunnya kadar Hb total di bawah nilai normal (hipokromia) dan ukuran sel darah merah lebih kecil dari normal (mikrositosis). Tanda-tanda ini biasanya akan menggangu metabolisme energi yang dapat menurunkan produktivitas. Penyebab anemia gizi besi bisa disebabkan oleh beberapa hal. Seperti kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, menderita penyakit ganguan pencernaan sehingga menggangu penyerapan zat besi. Terjadi luka yang menyebabkan pendarahan besar, persalinan, menstruasi, atau cacingan serta penyakit kronis seperti kanker, ginjal dan penyakit hati.

Penderita anemia biasanya ditandai dengan mudah lemah, letih, lesu, nafas pendek, muka pucat, susah berkonsentrasi serta fatique atau rasa lelah yang berlebihan. Gejala ini disebabkan karena otak dan jantung mengalami kekurangan distribusi oksigen dari dalam darah. Denyut jantung penderita anemia biasanya lebih cepat karena berusaha mengkompensasi kekurangan oksigen dengan memompa darah lebih cepat. Akibatnya kemampuan kerja dan kebugaran tubuh menurun. Jika kondisi ini berlangsung lama, kerja jantung menjadi berat dan bisa menyebabkan gagal jantung kongestif. Anemia zat besi juga bisa menyebabkan menurunya daya tahan tubuh sehingga tubuh mudah terinfeksi.

Kelompok Rentan

AGB bisa diderita siapa saja, namun ada masa rentan AGB.Diantaranya pada masa kehamilan, balita, remaja, masa dewasa muda dan lansia. Pada ibu hamil, prevalensi anemia defisiensi berkisar 45-55%, artinya satu dari dua ibu hamil menderita AGB. Ibu hamil rentan terhadap AGB disebabkan kandungan zat besi yang tersimpan tidak sebanding dengan peningkatan volume darah yang terjadi saat hamil, ditambah dengan penambahan volume darah yang berasal dari janin. Wanita secara kodrat harus kehilangan darah setiap bulan akibat menstruasi, karenanya wanita lebih tinggi risikonya terkena AGB dibandingkan pria. Anak anak dan remaja juga usia rawan AGB karena kebutuhan zat besi cukup tinggi diperluka semasa pertumbuhan. Jika asupan zat besinya kurang maka risiko AGB menjadi sangat besar. Penyakit kronis seperti radang saluran cerna, kanker, ginjal dan jantung dapat menggangu penyerapan dan distribusi zat besi di dalam tubuh yang dapat menyebabkan AGB.

Diet Tinggi Zat Besi

Kekurangan zat besi merupakan faktor utama AGB. Pria dewasa angka kecukupan gizi zat besi (AKG) yang dianjurkan adalah 13 mg/hari, wanita 14-26 mg/hari, sedangkan ibu hamil ditambah 20 mg dari AKG wanita. AGB dapat dicegah dengan menjalani pola makan sehat dan bervariasi. Pilih bahan pangan yang tinggi akan zat besi, folat, vitamin B12 dan vitamin C. Vitamin B12 bermanfaat untuk melepaskan folat sehingga dapat membantu pembentukan sel darah merah. Sedangkan vitamin C penting dikonsumsi penderita AGB karena dapat membantu penyerapan zat besi. Selain diet tinggi zat besi, pemulihan AGB biasanya diperlukan tambahan suplemen folat, vitamin B12 serta zat besi. Pemulihan terapi diet yang disertai pemberian suplemen penderita AGB biasanya akan pulih setelah 6 bulan menjalani terapi.

Tabel Bahan Pangan Tinggi Mineral dan Vitamin

Sumber Zat besi

  1. Daging sapi.
  2. Daging kambing.
  3. Ayam.
  4. Telur.
  5. Ikan.
  6. Kerang.
  7. Hati.
  8. Teri.
  9. Tempe.
  10. Kacang-kacangan.
  11. Bubuk cokelat.
  12. Sayuran hijau.

Sumber Vitamin B12

  • Daging
  • Keju
  • Yoghurt
  • Susu
  • Telur
  • Ayam
  • Hati
  • Sumber Vitamin C

    1. Jeruk
    2. Jambu Biji
    3. Nanas
    4. Apel
    5. Stroberi
    6. Bayam
    7. Sumber Folat
    8. Jeruk Nipis
    9. Buah-buahan
    10. Sayuran hijau gelap

    Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

    Tags

    Berita Asia Blogging

    Kolom Asia Blogging

    Our channels and feeds

    • Business Channel (7 blogs)
    • City Channel (26 blogs)
    • Film Channel (10 blogs)
    • Health Channel (6 blogs)
    • Sport Channel (6 blogs)
    • Media Channel (6 blogs)
    • Lifestyle Channel (4 blogs)
    • Hobby Channel (4 blogs)
    • Science Channel (8 blogs)
    • Music Channel (3 blogs)
    • Tech Channel (10 blogs)
    • Tips Channel (4 blogs)
    • Travel Channel (9 blogs)
    • Writing Channel (5 blogs)