You're here: My Hobby Blogging » Info Boga » Article: Mengenal Lebih Dekat Cabe Jawa
Cabai Jawa (Piper retrofractum) lebih popular penggunaannya sebagai bahan baku jamu dibandingkan untuk bumbu dapur. Padahal hidangan seperti gulai dan asinan akan lebih sedap dengan menambahkan bumbu ini.
Sebenarnya bukan keluarga cabai, namun cita rasa yang pedas menjadikan buah dari tanaman merambat sejenis lada ini diberi embel-embel nama ‘cabai’. Sosok pohonnya, jenis tanaman perdu yang tumbuh merambat. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk hati menyerupai daun sirih. Buah cabai yang dikenal dengan nama lain Cabai Puyang dan long pepper ini memanjang. Berwarna hijau saat mentah/muda dan berangsur menjadi merah ketika buah matang. Buah cabai Jawa ini rasanya lebih pedas di saat muda, ketika matang tekstur buah menjadi lunak dan rasanya pedas manis.
Di pasaran, cabai Jawa biasanya dijual dalam bentuk kering, baik utuh maupun bubuk. Rasa dari cabai jawa ini lebih mirip pedasnya lada dibandingkan cabai. Penggunaannya untuk bumbu gulai Jawa, campuran acar maupun manisan. Untuk gulai, cabai Jawa digiling bersama bumbu-bumbu lain, sedangkan untuk acar dan manisan sebaiknya digunakan utuh. Rasa yang ditimbulkan dengan menambahkan bumbu ini adalah aroma sedap mirip lada dan rasa pedas namun halus, tidak menyengat seperti pedasnya cabai. Bumbu ini juga banyak digunakan sebagai bahan jamu tradisional, karena memiliki sifat menghangatkan tubuh. Teks/Foto: Budi Sutomo
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.