You're here: My Hobby Blogging » Info Boga » Article: Madu - Antibiotik Alami & Ampuh Cegah Kanker
Beragam penelitian menunjukan bahwa madu memiliki beragam manfaat. Mulai dari sumber energi instan, sebagai antibiotik alami, mencegah flu hingga antikanker. Apa sebenarnya yang terkandung dibalik manisnya madu?
Madu sudah dikonsumsi manusia sejak dulu kala. Kini madu kian populer karena cita rasanya yang manis sehingga disuka anak-anak hingga orang tua. Kasiat madu yang beragam menambah keistimewaan makanan yang dihasilkan oleh lebah ini.
Zat Gizi Terkandung
Di dalam madu terkandung beragam zat gizi dan non gizi yang potensial untuk memelihara kesehatan. Komposisi zat gizi utama madu adalah karbohidrat, seperti fruktosa sebanyak 41.0%, glukosa 35%, sukrosa 1.9%, dan dekstrin 1.5%. Zat gizi lainnya adalah mineral, seperti kalsium, fosfor, natrium dan besi. Vitamin B1, B2, B3, B6, C dan E juga terkandung di dalam madu. Sedangkan kandungan non gizi yang bermanfaat di dalam madu adalah enzim amilase yang berfungsi mencerna karbohidrat. Enzim protease membantu pencernaan protein, enzim laktase si pencerna laktosa susu serta enzim lipase yang berfungsi sebagai pencerna lemak. Berikut kandungan zat gizi madu/100 g.
Zat Gizi
Energi/kalori 294 kkal, Air 17 g, Karbohidrat 78.9 g, Kalsium 2 mg, Fosfor 12 mg, Besi 0.8 mg, Natriumm 10 mg, Tiamin 0.1 mg, Riboflaven 0.02 mg, Niasin 0.2 mg, Glukosa 32.4 %, Fruktosa 37.7 %, Gula iver 70.1 %. Sumber: Sehat Itu Mudah. Mizan.2008.
Energinya Mudah Diserap
Madu mengandung gula sederhana, seperti fruktosa dan galaktosa. Dua jenis gula ini merupakan gula sederhana yang mudah diserap oleh usus sehingga dapat menghasilkan energi lebih cepat. Sangat baik untuk memulihkan energi setelah berpuasa atau setelah beraktifitas berat, seperti berolahraga atau kerja berat agar tubuh secara cepat mendapatkan energi.
Peranan enzim di dalam madu, seperti enzim diasstase sangat penting. Di dalam tubuh, enzim ini akan merubah pati menjadi energi. Enzim lain seperti invertase berfungsi mengubah gula pasir menjadi gula sederhana sehingga mudah diserap oleh tubuh.
Baik untuk Jantung
Jantung adalah organ tubuh yang bekerja sepanjang manusia hidup tanpa henti. Selama bekerja, organ ini memerlukan glukosa sebagai sumber tenaga. Gula jenis glukosa banyak terdapat di dalam madu. Konsumsi madu 70 g setiap hari selama 2 bulan oleh pasien yang mengidap penyakit jantung menunjukan kondisi perbaikan fisik serta aliran darah semakin normal.
Selain baik untuk kesehatan jantung, madu juga baik untuk organ pencernaan. Ini dikarenakan madu mengandung mangan yang dapat membantu proses pencernaan dan penyerapan zat gizi di dalam tubuh. Madu juga mengandung bergam enzim, seperti diastase, vertase, katalase, dan fosfase. Enzim-enzim ini semuanya berperan di dalam pencernaan zat gizi.
Antibiotik Alami
Penelitian yang dilakukan Puslitbang Gizi Bogor mengungkap, konsumsi madu secara teratur ternyata dapat meningkatkan performans kesehatan pada anak. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa tingkat morbiditas terhadap penyakit batuk dan pilek pada balita yang mengkonsumsi madu menurun.
Manfaat pemberian madu pada balita memang dapat meingkatkan daya tahan tubuh, ini disebabkan karena madu mengandung senyawa yang bersifat antibiotik. Zat anti bakteri di dalam madu dihasilkan oleh senyawa yang disebut inhine. Senyawa ini dapat bekerja seperti desinfektan, karenanya madu dapat digunakan sebagai penyembuh luka. Madu juga memiliki fungsi sebagai barrier sehingga bakteri tidak dapat menembus luka.
Kandungan gula yang tinggi di dalam tubuh juga dapat berfungsi sebagai pengawet dan pembunuh bakteri patogen. Sifat higroskopik atau menyerap air dari gula di dalam madu akan menyebabkan bakteri tidak dapat berkembang maksimal bahkan mati. Tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) juga menyebabkan bakteri, kapang dan jamur tidak dapat leluasa berkembanag biak.
Secara alami, madu juga mengandung senyawa seperti flavonoid, glikosida dan polyphenol. Senyawa organik ini bersifat anti bakteri.
Mencegah Kanker
Temuan lain yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Illinois-Amerika Serikat dan dipublikasikan dalam Journal of Apicultural Research. Hasil penelitiannya mengungkap, bahwa di dalam madu mengandung vitamin yang berfungsi sebagai antioksidan, seperti vitamoin C dan E. Vitamin ini adalah penangkal radikal bebas, salah satu penyebab dari penyakit kanker.
Meskipun madu baik dikonsumsi, menurut Prof. Ali, anak di bawah satu tahun tidak disarankan mengkonsumsi madu. Organ pencernaan anak dibawah satu tahun sedang berkembang dan belum sempurna. Jika diberikan madu, akan membuat organ pencernaan kurang optimal untuk mengekskresikan enzim-enzim pencernaan. Madu akan membauat enzim di dlam tubuh anak malas bekerja.
Untuk orang dewasa dan anak di atass satu tahaun, mengkonsumsi mau sebaiknya dilarutkan dengan air agar nudah diserap tubuh. Minum madu sebaiknya dilakukan 2 jam sebelum makan atau 3 jam setelah makan agar dapat diserap maksimal oleh tubuh. Teks & Foto: Budi Sutomo.
Tip Memilih Madu
Madu asli biasanya tidak terlalu disukai semut karena kandungan gulanya jenis gula sederhana. Jika madu disukai semut berarti madu palsu yang mengandung campuran gula pasir.
1. Untuk mengetahui madu palsu bisa juga dilakukan dengan meneteskan madu di atas koran, jika koran cepat basah tertembus madu berarti madu palsu karena di dalam madu tersebut banyak mengandung air yang biasannya dimasukkan saat melarutkan gula pasir sebgai campuran madu.
2. Kocok madu, jika madu banyak berbuih atau bergelembung berarti madu bermutu rendah.
3. Cara lain mengetahui madu palsu bisa dilakukan dengan membasahi korek api dengan madu, jika korek masih menyala digeretkan berarti madu asli. Namun jika tidak menyala berarti madu palsu karena korek menjadi basah akibat kandungan air yang tinggi.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.