You're here: My Hobby Blogging » Info Boga » Article: Cegah Kanker dan Penuaan Dini dengan Bayam
Bayam (Amaranthus spp.) diadulat oleh World’s Healthiest Foods Rating sebagai salah satu sayuran yang masuk dalam kategori excellent dalam kandungan vitamin dan mineral. Salah satu jenis vitamin dalam bayam adalah vitamin K yang memiliki khasiat anti penuaan dini.
Beruntunglah masarakat kita yang memiliki beragam jenis sayuran dengan harga murah. Salah satunya adalah bayam. Di pasaran beredar beragam jenis bayam, seperti bayam hijau mapun bayam merah. Bayam hijau masih dibedakan lagi menjadi bayam cabut (Amaranthus tricolor L.) yang biasanya dijual dengan akarnya dan bayam tahunan (Amaranthus hybridus L.) yang dijual dalam bentuk potongan. Bayam cabut lebih disukai karena teksturnya lebih lunak dan rasanya enak.
Kaya Vitamin & Mineral
Bayam mengandung beragam zat gizi, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, hingga serat. Sayuran yang mendunia karena tokoh kartun Popeye ini memang termasuk golongan sayuran super. Julukan yang tidak berlebihan karena ditilik dari kandungan nutrisinya, bayam sangat kaya akan zat gizi.
World’s Healthiest Foods Rating mendaulat sayuran ini dalam kategori excellent dalam kandungan vitamin K, A, C, B2, B6 dan folat. Sedangkan kandungan vitamin B1dan E dalam bayam masuk dalam kategori very good. Tidak hanya vitamin, kandungan mineral seperti besi, magnesium, mangan, kalium dan kalsium di dalam bayam termasuk dalam kategori excellent. Belum lagi tingginya serat di dalam bayam yang sudah terbukti mampu mencegah kanker saluran pencernaan dan mencegah sembelit.
Kandungan Zat Gizi Bayam/100 g
Kalori 45 kkal
Protein 3.5 g
Lemak 0.5 g
Karbohidrat 6.5 g
Kalsium 267 mg
Fosfor 67 mg
Besi 3.9 mg
Retinol 1827 mcg
Thiamine 0.08 mg
Asam askorbat 60 mg
Anti Kanker & Cegah Penuaan
Kandungan nutrisi di dalam bayam memiliki beragam manfaat. Salah satu kandungan gizi yang istimewa di dalam bayam adalah vitamin K. Vitamin ini selain berperan dalam menghambat pembekuan darah, vitamin ini juga memiliki khasiat anti oksidan. Peran Vitamin K juga dapat mencegat timbulnya penyakit seperti stroke, ini karena sifat vitamin K yang dapat mengurangi pengerasan pembuluh darah karena timbunan plak kalsium. Vitamin K dalam bayam lebih efektif dalam mencegah penuaan dini dibandingkan vitamin E yang selama ini dipercaya sebagai vitamin anti penuaan. Manfaat Vitamin K dalam bayam juga dapat mencegah timbulnya kanker. Vitamin K dapat bertindak sebagai racun bagi sel kanker namun tidak membahayakan bagi sel yang sehat.
Masih dalam kategori vitamin, bayam juga sangat kaya akan vitamin A. Vitamin ini berperperan di dalam fungsi pengelihatan. Peran lain dari vitamin A adalah menjaga kesehatan saluran pencernaan, memelihara sel-sel kulit, meningkatkan kekebalan tubuh serta mempengaruhi pertumbuhan tulang dan gigi yang sehat. Peran zat besi di dalam bayam juga sangat vital. Bagi wanita yang mengalami proses menstruasi, zat besi bisa mengganti sel darah yang hilang karena zat besi dalam bayam merupakan komponen penting untuk membentuk hemoglobin.
Di dalam bayam juga mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antikanker dan antioksidan. Bayam mengandung lebih dari tiga belas flavonoid. Flavonoid yang terdapat di dalam bayam adalah p-coumaric acid dan 9-cis-carotene. The Journal of Nutrition edisi September 2004 melaporkan karotenoid neoxanthin di dalam bayam dapat diubah menjadi neochromes yang dapat mencegah kanker prostat.
Mengolah Bayam
Sebagian orang mengolah bayam hanya sebatas sebagai campuran sayur bening, direbus sebagai bahan urap atau dibuat sayur bobor. Padahal bayam sangat fleksibel diolah menjadi beragam menu hidangan yang lezat. Dengan sedikit kreasi, bayam bisa diolah menjadi isi makaroni panggang, dibuat cah bayam, ditumis maupun sebagai campuran salad. Dengan mengkreasikan bayam menjadi hidangan istimewa diharapkan masarakat lebih menyukai bayam sebagai menu harian yang menyehatkan.
Namun perlu diperhatikan di dalam mengolah bayam karena sayuran ini mengandung zat besi (ferro). Zat besi jika terlalu lama kontak dengan udara akan teroksidasi menjadi fe3 (ferri), zat yang bersifat toxid bagi tubuh. Bayam juga mengandung nitrat, zat in akan berubah menjadi nitrit jika terosidasi terlalu lama dengan udara dan bersifat racun. Nitrit ini akan semakin banyak ketika sayur bayam didiamkan atau dimasak berulang-ulang. Karenanya tidak disarankan memanaskan sayur bayam dan mengkonsumsi sayur bayam lebih dari 4 jam. Teks & Foto: Budi Sutomo.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
zaenal
informasi yang sangat berguna.salam kenal
September 9th, 2009 at 11:15 am
infoGue
Hai, salam kenal, artikel anda ada di
http://penuaan.infogue.com/cegah_kanker_dan_penuaan_dini_dengan_bayam
ayo gabung bersama kami dan promosikan artikel anda ke semua pembaca. Terimakasih ^_^
October 5th, 2009 at 3:45 pm