Gumarang, Jakarta ke Surabaya
Untuk bepergian dengan kereta api dari Jakarta ke Surabaya atau sebaliknya, biasanya kita langsung mengingat kereta api eksekutif Argo Bromo atau saat ini disebut dengan Argo Anggrek.
Ada sesuatu yang lucu, nama Argo Bromo berarti Gunung Bromo dalam bahasa Indonesia, tetapi sejalan dengan waktu, nama rangkaian Argo Bromo diganti dengan Argo Anggrek yang tentu saja berarti Gunung Anggrek. Pertanyaannya adalah, dimanakah letak Gunung Anggrek ?
Sebenarnya ada satu lagi rangkaian kereta api yang melayani route Jakarta Surabaya PP, yaitu rangkaian Gumarang. Rangkaian ini terdiri dari kereta bisnis dan kereta eksekutif, sebuah pilihan yang ditawarkan kepada penumpangnya untuk disesuaikan dengan budget yang ada.
Rangkaian Gumarang berangkat dari stasion Jakarta Kota (beos) setiap hari pada pukul 17:45 WIB. Cukup sore memang karena itu angkutan ini cukup diminati. Mendengar Stasion Jakarta Kota, tentu pikiran kita melayang dengan kemacetan yang terjadi di daerah Glodok atau Mangga Dua. Tidak perlu pusing, rangkaian Gumarang berhenti sejenak di Stasion Gambir untuk menaikan penumpang, dan kembali meneruskan perjalanan pada pukul 18:00 WIB.
Karena kereta berjalan pada malam hari, maka menumpang kereta bisnis bisa menjadi pilihan yang baik. Udara malam yang dingin berhembus di dalam kereta dan mengurangi panas yang ada. Sebagai sebuah rangkaian eksekutif-bisnis, Gumarang cukup bersih dari para pedagang kaki lima, kecuali saat berhenti di stasion-stasion singgah, yaitu di Cirebon Kejaksan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu dan Bojonegoro.
Rangkaian yang berangkat dari Jakarta Kota pukul 17:45 WIB ini, tiba di stasion Pasar Turi, Surabaya pada pukul 05:50 WIB keesokan harinya. Namun sayang, rangkaian ini sering mengalami keterlambatan sehingga terkadang baru pukul 08:00 WIB baru tiba di stasion tujuan.
Ada dua harga tiket untuk rangkaian Gumarang, yaitu tiket bisnis sebesar 130 Ribu Rupiah dan tiket eksekutif sebesar 190 - 200 Ribu Rupiah (tergantung hari). Khusus untuk rangkaian Eksekutif, penumpang akan mendapatkan fasilitas bantal, selimut, makan malam dan secangkir teh di pagi hari. Sedangkan untuk penumpang kelas bisnis bisa menyewa selimut dan bantal seharga masing-masing 2500 Rupiah, sementara untuk makan malam dapat membeli makanan dari restorasi (rata-rata 10.000 Rupiah) atau membeli dari pedangan kaki lima seharga 2.000-5.000 Rupiah.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.