You're here: My Hobby Blogging » Railfans » Article: Forestry train journey at Cepu, Central Java
Bagi seorang railfans, setiap naik kereta api adalah sebuah pengalaman yang menarik, apalagi jika masih dapat merasakan rangkaian kereta api uap seperti di masa lalu. Minggu lalu saya berkesempatan untuk mengikuti perjalanan ujicoba rangkaian kereta api uap milik Perhutani di Cepu, Jawa Tengah. Sebuah kesempatan langka yang tidak mungkin untuk disia-siakan begitu saja, apa lagi perjalanan kereta api ini sempat terhenti akibat salah satu jembatan yang berada di dalam rutenya mengalamai kerusakan terkena amukan banjir besar.
Untuk mencapai lokasi tempat keberangkatan kereta api uap di Perhutani ini tidaklah sulit, Cepu bukanlah sebuah kota yang besar, menurutku masih lebih luas wilayah Kebayoran Baru daripada kota Cepu. Dari Stasion kereta api Cepu dapat ditempuh menggunakan becak seharga 7500 Rupiah saja, atau jika ingin menikmati suasana sepu yang tidak sepadat Jakarta, dapat berjalan kaki sejauh lebih kurang 2.5 KM melintasi kota.
Setibanya di dipo lokomotive milik Perhutani, sudah menunggu sebuah lokomotive uap buatan Berliner Maschinenbau tahun 1928. Pabrik lokomotive di Jerman ini didirikan pada 3 Oktober 1852 oleh Louis Victor Robert Schwartzkopff di Berlin. Loko ini deberi nama Tudjubelas, sebuah nama yang unik. Di sana setidaknya ada dua lokomotive sejenis dengan nama Bahagia dan Agustus.

Pagi ini adalah perjalanan perdana melintasi perkebunan dan hutan jati milik Perhutani setelah perbaikan jembatan dilakukan. Perjalanan sejauh lebih kurang 22 KM melalui daerah perkampungan, ladang, hutan dan perbukitan yang menyuguhkan suasan asri penuh dengan keindahan. Rel kereta api yang selama dua tahun terakhir tidak lagi pernah dilewati, telah diperbaiki dengan cara mengganti bantalan kayu yang lapuk dengan potongan-potongan kayu jati yang lebih kokoh. Di beberapa tempat yang ambles telah diberi batu kricak (balast) untuk mengeraskan tanah yang melunak. Hujan yang turun di tengah perjalanan membuat suasana menjadi semakin seru, para crew yang bekerja harus berbasah-basah terkena hujan, sementara di kereta penumpang kami dapat duduk dengan nyaman sambil melihat pemandangan di luar yang basah.

Di tengah perjalanan, rangkaian melintas di atas jalan raya Cepo - Blora, kami menyempatkan untuk berhenti sejenak untuk memotret kereta api yang melintas di atas jalan raya, lokasi ini dikenal dengan nama Buk Brosot (buk dapat berarti jembatan dalam bahasa Jawa). Beberapa orang pengemudi kendaraan bermotor di bawahnya bahkan menyempatkan untuk berhenti, karena mendapatkan peristiwa yang cukup langka ini.

Kira-kira dua jam perjalanan dari Dipo Lokomotive Perhutani, kami akhirnya tiba di tempat tujuan, yaitu Gubuk Payung. Sebuah tempat yang menurutku sangat indah karena berada di tengah-tengah rimbunnya hutan jati yang berumur ratusan tahun. Saat kami tiba, waktu menunjukan pukul 12 siang, tetapi di Gubuk Payung, suasan sudah seperti Maghrib, karena cahaya matahari tertahan oleh rimbunnya daun-daun jati, indah sekali. Sebenarnya masih ada jalur kereta api lagi setelah Gubuk Payung, tetapi saat ini semua telah hilang, orang-orang yang tidak bertanggung jawab telah mencuri sebagian besar rel di sana, padahal jalur selanjutnya lebih menantang, karena benar-benar di dalam hutan lebat.

Setelah istirahat makan siang, saya melanjutkan memotret dan bersiap-siap untuk kembali ke kota Cepu. Rangkaian kereta api sudah diputar dan siap membawa kami kembali. Perjalanan pulang terasa begitu cepat karena saya sudah mulai lelah dan sempat tertidur beberapa saat. Di tengah jalan, banyak anak-anak kecil melambai-lambaikan tangan seolah bahagia karena melihat sebuah peristiwa besar, beberapa bahkan berlarian mengejar rangkaian kereta api.
Perjalanan saya kali ini memang sangat luar biasa, pasti saya akan kembali lagi ke Cepu untuk dapat menikmati naik kereta api uap legendaris ini. Tidak salah mereka membuat slogan “It is only four hours, but the memory of your teak plantation tour will last forever“.
Berani mencoba !
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.
akbar
saya adalah seorang penggemar kereta. berhubung saya masih lajang dan belum banyak uang tentu untuk menikmati pesona wisata kereta membutuhkan perencanaan keuangan dan waktu yang tepat agar tidak kres dengan aktivitas saya sehari-hari.
apakah wisata kereta perhutani cepu menawarkan paket untuk perorangan? berapa tarifnya dan bagaimana jadwak keberangkatannya?
oh iya apakah saya bisa mendapat info sejelasnya dari situs resmi perhutani cepu?
dan juga apakah wisata kereta di ambarawa juga menyediakan untuk perorangan? pada hari apa saja dan berapa tarifnya?
apakah saya dapat bergabung dengan komunitas anda sebagai pecinta kereta api?
terima kasih…
March 29th, 2008 at 8:25 pm
abdi setiawan
apa kabar seluruh railfans di indonesia.kenalkan saya abdi setiawan railfans asal blitar jawa timur mau bertanya tentang kereta wisata yang di miliki dinas perhutani cepu.bagaimana cara menuju ke lokasi perhutani cepu dari stasiun cepu. angkutan dalam kota cepu apa yang beroperasi melewati jalur perhutani cepu. hari apa saja perhutani cepu ini melayani para wisatawan yang mau berwisata dengan kereta uap di hutan jati ini.berapa tarif yang berlaku bagi per orang/penumpang sekali naik sampai selesai menelusuri wilayah hutan jati ini.setiap beroperasi melayani para wisatawan di mulai pukul berapa dan sampai selesai pukul berapa.sekian dulu pertanyaan dan komentar dari saya.terima kasih dan salam para semua raifans tanah air.bravo all railfans
May 17th, 2008 at 4:53 am
purwadi
minta fotonya donk ke email saya di atas, pak.
saya belum sempat ke cepu. pingin ikut ke cepu naik lori ini. gimana caranya????
July 2nd, 2008 at 10:25 am